ribuan artikel terunik teraneh menarik terlangka terlucu cari disini:

Kekejaman NAZI

Nazisme, Naziisme, atau secara resmi Nasional Sosialisme (Jerman: Nationalsozialismus), merujuk pada sebuah ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman, Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Kata ini juga merujuk pada kebijakan yang dianut oleh pemerintahan Jerman pada tahun 1933—1945, sebuah periode yang kemudian dikenal sebagai Jerman Nazi atau Reich Ketiga. Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut sebagai Neonazi (neo = 'baru' dalam bahasa Yunani).
http://www.ushmm.org/propaganda/assets/images/500x/hitler-nazi-parade.jpg
http://merkuriseratus.files.wordpress.com/2007/06/nazi-flag.jpg
http://www.orange-papers.org/orange-NaziPartyDay_1934e.png
Partai yang semula bernama Partai Pekerja Jerman (DAP) ini didirikan pada tanggal 5 Januari 1919 oleh Anton Drexler. Hitler kemudian bergabung dengan partai kecil ini pada bulan September 1919,,dan menjadi pemimpin propaganda, mengubah nama partai itu (1 April 1920), dan menjadi pemimpin partai pada tanggal 29 Juli 1921.
http://isurvived.org/Pictures_iSurvived-3/Holocaust-NaziParade.GIF
http://www.qualityinformationpublishers.com/historicalpictures/Nazi%20Concentration%20Camp7.GIFhttp://4.bp.blogspot.com/_NU8IC2EkuHo/Sjmq5pPm9_I/AAAAAAAAAOI/CcttFybTuI4/s320/nazi2.jpg
Nazisme bukanlah sebuah ideologi baru, melainkan sebuah kombinasi dari berbagai ideologi dan kelompok yang memiliki kesamaan pendapat tentang penentangan Perjanjian Versailes dan kebencian terhadap Yahudi dan Komunis yang dipercaya berada di balik perjanjian tersebut.
Tentara Nazi melakukan pembantaian besar-besaran di setiap wilayah yang mereka duduki di Eropa Timur. Terutama sekali, mereka melakukan tindakan tanpa kenal ampun terhadap bangsa Yahudi, Gipsi, Polandia, dan Slavia, kelompok yang mereka anggap lebih rendah daripada mereka.

http://englishrussia.com/images/nazi_robots/1.jpghttp://img172.imageshack.us/img172/197/korbanuq1.jpghttp://img255.imageshack.us/img255/740/tawananxi8.jpg
Satuan SS Nazi khusus yang dibentuk terutama untuk mengadakan pembantaian ini mulai membunuh semua kelompok sasaran mereka, terutama bangsa Yahudi. Semua wilayah yang sudah diduduki dipenuhi jenazah yang tewas dan orang-orang selamat yang meratapi mereka. Para pendeta dan tempat-tempat ibadat merupakan sasaran yang paling disukai oleh Nazi. Mereka membakar dan menghancurkan semua gereja dan membunuh para agamawan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggyb5KV5zCBI5W_ZgpOqkpsUcrbHvb8UmD5rvT-jTdRUUWk8-5N6UWConvT9oS73sqMU0JNXDCBHGjVzGG7V8XbJxGl5Nt4ciLpBdu7kgLq3FMu7SkeKu5I7nGMWh_8mR6oQF3Vq_W9PM/s320/nazi_parade_23_03_05.jpghttp://www.hirhome.com/israel/mufti_inspecting2.jpg
http://sabdo.files.wordpress.com/2009/01/nazi_detainees.jpg
Kekejaman Nazi benar-benar tampak di pusat-pusat tawanan mereka. Bangsa Yahudi, Gipsi, tahanan perang, dan pendeta Katolik dipaksa bekerja keras layaknya budak. Barak tawanan ini tak ubahnya rumah pejagalan manusia. Berjuta-juta lelaki, perempuan, dan anak-anak yang tak bersalah dibantai secara kejam dengan cara yang dirancang untuk membunuh manusia secara massal. Saat barak tersebut dibebaskan, Sekutu disambut oleh puluhan ribu mayat yang diletakkan berdampingan dengan tahanan yang menunggu di pintu kematian. Di dalam barak tawanan Nazi, sejumlah 11 juta orang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka.



SUMBER
Baca Selengkapnya - Kekejaman NAZI

Apakah Revolusi Itu ???

Revolusi secara terminologi adalah perubahan secara radikal dalam waktu yang relatif singkat dalam hal merubah nilai-nilai lama yang dianggap tidak layak menjadi nilai baru yang dianggap baik dan sesuai/layak diterapkan.

Kata-kata radikal dari kata radic atau akar yang maksudnya mendasar, sedangkan relatif singkat mengacu kepada waktu relatif bisa dalam hitungan satuan waktu yang dianggap sesuai dengan objek atau subjek yang direvolusi.
Sebagai contoh adalah untuk merubah cara pandang materialistik kapitalistis menjadi paham sosial kerakyatan atau sosial nasionalism dari suatu komunitas masyarakat dibutuhkan waktu 10 tahun.
Menilik dari sudut pandang ini maka dalam rentang waktu relatif 10 tahun sudah terjadi perubahan yang mendasar dari pandangan materialistik kapitalistis menjadi paham baru yaitu sosial kerakyatan. Waktu 10 tahun bagi beberapa pihak adalah lama tetapi apabila melihat kompleksitas masalahnya maka waktu 10 tahun dapat dikategorikan singkat. Inilah yang disebut waktu relatif dalam revolusi.
Apakah Revolusioner Itu ???
Revolusioner adalah sebuah cara berpikir, cara bersikap, cara bertindak yang selalu mengacu kepada pembalikan/perubahan nilai lama yang dianggap tidak layak menuju nilai baru yang dianggap lebih layak. Semua orang, kelompok, atau bahkan partai yang berpikir, bersikap dan bertindak seperti itu dapat dikategorikan revolusioner.
Apakah Revolusi Harus Berdarah ???
Kebanyakan orang keliru bahwa revolusi harus berdarah, ternyata tidak. Revolusi jika dimaknai menyeramkan memang akan membawa pada ingatan revolusi fisik seperti pada tahun 1945 atau Revolusi di Uni Soviet. Tetapi apakah kita ingat bahwa Revolusi Industri yang mengubah kebiasaan produksi tradisional menjadi produksi modern dikarenakan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, ini juga termasuk dalam kategori revolusi.
Ditemukannya konsep teknologi informasi dan komunikasi yang mengubah kebiasaan manusia dari model manual menjadi otomatisasi informasi dan komunikasi juga merupakan revolusi. Jadi revolusi dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan pada bidang apa saja dan tidak harus berdarah.


SUMBER
Baca Selengkapnya - Apakah Revolusi Itu ???

Kasus-kasus Tragis, Kanibalisme Untuk Bertahan Hidup

Inilah kisah-kisah luar biasa tentang sekelompok orang yang melakukan praktek kanibalisme demi mempertahankan hidupnya. Bencana yang terjadi membuat orang tidak lagi bisa berpikir normal. Betapa tidak, terdampar di pegunungan terpencil di musim dingin, tanpa makanan, apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan hidup??

Salah satu kisah paling terkenal adalah jatuhnya pesawat Uruguay Force di pegunungan Andes pada tahun 1972. Demi bertahan hidup penumpangnya terpaksa memakan mayat teman-temannya. Dan itu terjadi selama 72 hari sampai akhirnya mereka berhasil ditemukan.

Kisah lain yang tak kalah dasyatnya adalah peristiwa pengepungan kota Leningrad, Soviet, yang berlangsung selama dua tahun. Masyarakat yang kelaparan terpaksa saling bantai agar bisa bertahan. Konon, sekitar 1,5 juta jiwa jadi korban peristiwa tragis ini.

Berikut kisah-kisah kanibalisme terkenal yang terjadi karena bencana.

1.Kasus Jatuhnya Pesawat Uruguay Force Flight di Andes: Kasus Kanibalisme Paling Terkenal
Inilah kasus kanibalisme paling terkenal dalam sejarah, terjadi di pegunungan Chili, Andes—perbatasan Argentina-Chilli– pada musim dingin tahun 1972. Peristiwa Ini bermula dengan jatuhnya pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972.

Dari kecelakaan itu, 29 penumpang berhasil selamat, namun medan yang berat membuat satu demi satu korban berjatuhan. Delapan orang tewas tertimbun longsoran salju, beberapa lainnya menyusul ke alam baka karena berbagai sebab, di antaranya, suhu yang luar biasa dingin dan cidera. Praktis yang tersisa hanya 16 orang, mereka berhasil di selamatkan pada 23 Desember 1972.
pesawat carteran Uruguay Air Force Flight  571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan  keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972.
pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972.

Itupun, setelah mereka sendiri berjuang mencari bantuan, karena operasi penyelamatan telah dihentikan jauh-jauh hari. Pemerintah setempat sudah menganggap mereka sebagai korban hilang yang tak ditemukan, sampai akhirnya para korban itu datang sendiri melaporkan lokasi mereka. Luar biasa!!!

Bayangkan, berada di ketinggian 3.600 meter di atas permukaan laut pada saat musim dingin sedang hebat-hebatnya. Salju yang turun deras, nyaris membekukan semuanya. Nah, para korban ini, hanya memakai pakaian seadanya, tidak ada makanan, siapapun tak bisa berpikir normal. Bagaimana caranya bertahan hidup, survive, itulah satu-satunya yang ada dalam pikiran mereka.
Tim Rugby  yang naas
Tim Rugby yang naas

Dan, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan memakan teman-teman mereka yang telah tewas. Ini bukan keputusan mudah, bahkan terlalu berat, tapi harus dilakukan jika ingin hidup. Biasanya, dalam keadaan terjepit seperti itu, orang baru mengerti betapa berharganya sebuah kehidupan. Dan mereka berjuang untuk mempertahankannya, apapun caranya.

Yang menyakitkan, lewat radio mereka memonitor kalau upaya pencarian mereka dihentikan karena lokasi kecelakaan tidak ditemukan. Operasi penyelamatan mereka dihentikan setelah delapan hari pencarian, atau 11 hari mereka jatuh di gunung. Pihak berwenang menganggap semua korban pasti tidak ada yang selamat. Bisa dimaklumi, lokasi pengunungan itu sangat sulit diakses, sementara dari udara terlihat semua berwarna putih karena tertutup salju. Celakanya, pesawat itu pun berwarna putih.
Nando  Parrado, Roberto Canessa dan Sergio Katalan (berdiri di belakang:  penduduk yang menolong mereka)
Nando Parrado, Roberto Canessa dan Sergio Katalan
(berdiri di belakang: penduduk yang menolong mereka)

Persisnya, 72 hari mereka survive sebelum akhirnya ditemukan tim SAR. Itupun setelah dua orang dari korban, Nando Parrado dan Roberto Canessa, berjuang mencari bantuan. Mereka menuruni pegunungan, mencari jalan menuju ‘kehidupan’. Selama 12 hari keduanya menempuh jalan sulit, penduduk setempat, Sergio Katalan, menemukan mereka. Endingnya, semua korban (16 orang) dibawa ke rumah sakit Santiago dan dirawat karena menderita penyakit ketinggian , dehidrasi , radang dingin , patah tulang, kudis dan gizi buruk.

Pengalaman luar biasa ini, difilmkan pada tahun 1993, dan sejak itu menjadi salah satu kisah ajaib paling terkenal sepanjang masa. Tahun 2006 lalu, Nando Parrado, salah seorang selamat, membukukan pengalamnya yang dramatis itu dalam buku berjudul Miracle in the Andes: 72 Days on the Mountain and My Long Trek Home.


(Kalau mau lebih rinci baca kisah ini bisa klik di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Uruguayan_Air_Force_Flight_571)

2. Ekspedisi Franklin
Inilah ekspedisi yang paling disesali sepanjang masa. Populer dengan sebutan ekspedisi Franklin, seorang perwira angkata laut yang sudah berpengalaman dan berkali-kali memimpin ekspedisi, dan kali itu tahun 1845, dia diperintahkan Sir John Barrow memimpin ekspedisi lagi yakni menyelesasikan pemetaan bagian barat laut ujung Kanada dan melayari Kutub Utara. Ekspedisi itu sendiri dilakukan dua kapal, Erebus dan HMS Terror, dua kapal canggih di zamannya.

franklin-expedition
franklin-expedition

Tapi kecanggihan teknologi, tak mampu mengalahkan alam. Konon dua kapal ini terkepung es di Victoria Selat dekat Pulau King William di Arktik Kanada. Franklin dan 128 crew dan peneliti, hilang. Nasib ekspedisi Franklin ini baru terungkap berabad-abad kemudian. Selama itu pencarian terus dilakukan, bahkan dengan iming-iming hadiah.

Sebuah pencarian yang dipimpin oleh Francis Leopold McClintock pada tahun 1859 menemukan sebuah catatan yang tertinggal di Pulau King William tentang rincian ekspedisi itu. Pencarian kemudian dilanjutkan sampai abad ke-19.
Barulah pada tahun 1981, lewat penelitian tim ilmuwan yang dipimpin Prof Owen Beattie, seorang antropologi dari Universitas Alberta, berhasil mengungkap beberapa hal dari temuan mereka di Pulau Beechey dan Pulau Raja William. Di Pulau Beechey di mana beberapa awak dikubur, ditemukan bahwa mereka meninggal karena radang paru-paru dan mungkin TBC dan keracunan timah. Tapi penemuan yang juga mengejutkan di Pulau King Williams di mana terjadinya kanibalisme karena kelaparan sehingga akhirnya semua terbunuh.

3. Kapal Pemburu Paus Essex
Cerita tentang kanibalisme untuk survive di kalangan pelaut sebenarnya bukan hal yang baru. Bahkan pada awal-awal abad ke-19 dunia maritime marak dengan cerita-cerita mengerikan semacam itu. Salah satu contohnya adalah Kapal Essex, kapal pemburu paus, pada tahun 1820.

Kisah itu dimulai dengan kecelakaan kapal pada tahun 1820, di mana paus menabrak Essex yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam di 2.000 mil laut (3.700 km) sebelah barat pantai barat Amerika Selatan.
Kapal Essex
Kapal Essex

Sebanyak 21 awak berhasil menyelamatkan diri di Pulau Henderson, wilayah kepulauan Pitcairn. Di Pulau Henderson mereka bertahan dengan makan ikan, burung juga tumbuhan yang ada, juga ditemukan sumber mata air kecil untuk minum.

Sayangnya, sumber daya alam pulau itu hanya cukup untuk seminggu, selanjutnya tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mereka masih mencoba bertahan dengan minum air kencing sendiri, tapi tidak lama. Jadi, bisa ditebak apa yang terlintas di pikiran mereka untuk bisa bertahan.

Di sinilah berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang. Mereka saling membatai, saling memakan. Tidak ada teman, sahabat, bahkan saudara, semua saling bantai. Tragisnya, kapten kapal, Pollard ikut memakan sepupunya, Owen Coffin, yang sebelumnya dibantai oleh anak buahnya sendiri.

Pertolongan baru datang hampir setahun kemudian oleh kapal penangkap ikan Dauphin Nantucket 95. Saat itu dua orang yang selamat, kapten Pollard dan Ramsdell, orang yang membunuh Coffin sepupu Pollard. Di tempat terpisah crew lain berhasil diselamatkan kapal dagang India.

Sebanyak delapan orang berhasil diselamatkan. Pengakuan mereka, mereka berhasil bertahan hidup dengan mengkonsumsi mayat tujuh temannya.

4. Pengepungan Leningrad
Inilah kisah pengepungan paling lama dan paling banyak korban sepanjang sejarah. Pengepungan Leningrad atau popular juga dengan sebutan Blokade Leningrad, adalah operasi militer berkepanjangan yang dilakukan oleh Jerman dan pasukan pertahan Finlandia untuk memblokade Leningrad pada 8 September 1941. Pengepungan ini berlangsung selama dua tahun.
Pengepungan Leningrad yang menimbulkan korban 1,5 juta jiwa
Pengepungan Leningrad yang menimbulkan korban 1,5 juta jiwa

Kota ini benar-benar terisolasi, baik di darat maupun laut. Selama berbulan-bulan, para penduduk hanya makan dari danau yang ada di sana, , tapi ketika musim dingin tiba, danau beku. Tentara Soviet mengalami kesulitan untuk memasok makanan. Masyarakat mulai kelaparan. Untuk memenuhi kebutuhan akan makanan, para tukang roti di kota itu diperintahkan untuk membuat roti yang dicampur dengan serbuk gergaji. Ini semata-mata untuk bertahan hidup. Selebihnya, burung, tikus, dan makan-makanan lain yang dalam kondisi normal jijik untuk dimakan, terpaksa menjadi santapan. Ini semua demi perut, dan demi kehidupan. Ketika tidak ada lagi yang bisa dimakan, maka mulailah terjadi kanibalisme.
Praktek ini terjadi semakin meluas di seluruh kota, sampai-sampai Polisi Leningrad merasa perlu melakukan patrol anti-kanibalisme, untuk mencegah kondisi makin buas dan tak terkendali. Dan memang itulah tujuan Jerman dan Finlandia untuk menjatuhkan Soviet. Sekalipun belakangan diakui bahwa kanibalisme ini kenyataannya menyelamatkan kehidupan banyak orang, tapi pada saat itu polisi tetap melarang perbuatan itu. Meski begitu kanibalisme tetap terjadi meski sembunyi-sembunyi. Diperkirakan, tragedy itu menyebabkan tewasnya 1,5 juta orang.

Berdasarkan catatan, ini bukan pertama kalinya rakyat Soviet melakukan kanibalisme. Sebelumnya, tahun 1932-1933 terjadi bencana kelaparan yang luas di Ukraine yang menyebabkan praktek kanibalisme terjadi di kawasan itu.

5. Holocaust
Sampai sekarang peristiwa itu masih menjadi sumber perdebatan. Holocaust adalah genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II. Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai “Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi”.

Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi.

Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi “tidak disukai” antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah’s Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.
holocaust
holocaust
Kesadisan Jerman memperlakukan tawanannya sudah menjadi cerita yang hidup puluhan tahun hingga kini. Apa dan bagaimana mereka diperlakukan menjadi kisah yang tak hent-hentinya mengundang air mata dan kemarahan. Konon, para tawanan perang Jerman ini dibiarkan kelaparan di kamp-kamp konsentrasi yang didirikan Jerman. Dampaknya, demi mempertahankan hidupnya para tawanan pun saling memangsa satu sama lain.

6. Alferd Packer
Alferd Packer (21 November 1842 – 23 April 1907) sering dikenal sebagai satu-satunya warga Amerika yang pernah dihukum dengan tuntutan kanibalisme, meskipun sebenarnya tuntutannya adalah pembunuhan, bukan kanibalisme. Anggota Partai Donner yang terkenal itu pun, tidak dihukum karena kanibalisme di California, karena secara hukum kanibalisme bukanlah kejahatan di Amerika Serikat.
Alferd_Packer
Alferd_Packer
Pada 9 Februari 1874, dia dengan 5 orang lainnya melakukan ekspedisi di pegunungan Colorado. Dua bulan kemudian Packer kembali dari ekspedisi sendirian. Ketika ditanya kemana orang-orang yang telah pergi dengan dia, Packer mengatakan bahwa dia telah membunuh mereka semua untuk bertahan hidup dengan terpaksa memakan tubuh teman-temannya.
Baca Selengkapnya - Kasus-kasus Tragis, Kanibalisme Untuk Bertahan Hidup

Fulcanelli, Alchemist yang Misterius

'Salah satu kisah paling aneh yang pernah muncul dari awan misteri yang menyelimuti ilmu kuno alchemy adalah kisah yang menyangkut master modernnya, Fulcanelli'

---Kenneth Johnson, 1992---
Alchemy adalah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang berfokus pada usaha untuk mengubah logam dasar menjadi emas (transmutasi), penelitian mengenai Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa hingga Cina dan Jepang.

Spoiler for Alchemy:
haxims.blogspot.com


Salah satu aspek yang terpenting dari ilmu Alchemy adalah Philospher's Stone, sebuah substansi yang dipercaya mampu mengubah logam dasar menjadi emas. Substansi ini telah dicari oleh para alchemist selama ribuan tahun tanpa hasil.

Selama ini, Alchemy masih digolongkan kedalam Pseudo Science karena dianggap tidak mengikuti kaidah sains yang baku dan tidak ada bukti ilmiah yang dihasilkan. Bahkan Isaac Newton yang pernah menulis beberapa bahasan soal alchemy juga tidak berhasil memecahkan misteri Philospher's Stone atau Elixir of Life. Tentu saja, ini membuat ilmu alchemy tergantung-gantung diantara fiksi dan realita.

Namun, pada awal abad ke-20, di Paris, beredar sebuah rumor kalau di kota itu tinggal seorang alchemist yang hidup secara rahasia dan telah berhasil memecahkan rahasia kuno transmutasi, dengan kata lain, rahasia Philosopher's Stone sendiri. Alchemist ini dikenal dengan nama Fulcanelli.

Fulcanelli Muncul
Rumor ini berasal dari Eugene Leon Canseliet (1899-1982) dan sahabatnya Jean-Julien Champagne (1877-1932) yang mengaku sebagai murid langsung dari Fulcanelli. Kedua orang ini juga pendiri dari kelompok esoterik rahasia Perancis bernama Les Freres d'Heliopolis atau The Brotherhood of Heliopolis.

Spoiler for Eugene Canseliet:
haxims.blogspot.com


Spoiler for Jean-Julien Champagne:
haxims.blogspot.com


Fulcanelli yang berarti 'The Fire of the Sun' disebut sebagai master yang memimpin kelompok kecil tersebut.

Menurut Canseliet, Fulcanelli adalah seorang pria yang sudah berumur, kaya raya dan memiliki pengetahuan yang luar biasa dalam seni, arsitektur dan bahasa. Ia juga disebut sebagai alchemist sejati yang telah memperoleh pengetahuan mengenai rahasia Philosopher's Stone. Namun, identitas pria misterius ini masih dirahasiakan dari anggota perkumpulan lainnya. Hanya Canseliet dan Champagne yang pernah bertemu muka dengannya.

Para anggota yang tidak pernah berjumpa dengan master alchemist ini mulai meragukan keberadaannya, sampai suatu hari, sebuah buku misterius muncul.

Spoiler for Le Mystere des Cathedrales:
haxims.blogspot.com


Buku itu muncul di Paris pada tahun 1926 dengan judul 'Le Mystere des Cathedrales' atau 'The Mystery of Cathedrals' dan hanya dicetak sebanyak 300 eksemplar.

Konon, siapa saja yang membaca buku itu dengan cara yang tepat akan mengetahui rahasia transmutasi seperti mengubah timah menjadi emas. Nama pengarang yang tercantum di sampul depan buku itu hanya satu kata, Fulcanelli.

36 Ilustrasi pada buku itu dibuat oleh Jean Julien Champagne dan kata pengantarnya ditulis oleh Eugene Canseliet. Canseliet mengaku telah mengatur penerbitan buku itu atas permintaan pribadi dari Fulcanelli.

Dengan terbitnya buku ini, keraguan akan keberadaan tokoh misterius itu sirna karena buku itu mengandung tingkat intelektualitas yang luar biasa.

Buku ini berisi topik mengenai interpretasi simbol pada berbagai katedral Gothic dan bangunan lain di Eropa. Menurut isi buku ini, bangunan-bangunan Gothic tersebut menyembunyikan instruksi alchemy dalam simbol-simbol yang terukir di bangunan itu.

Walaupun topik ini sudah pernah disinggung oleh banyak penulis sebelumnya, namun tidak pernah ada orang yang menulis dengan cara yang begitu jelas dan spesifik. Dengan demikian Fulcanelli mulai menjadi pusat perhatian di kalangan para alchemist dan okultis di paris.

Pada tahun 1930, buku kedua kembali muncul. Judulnya 'Les Demeures Philosophales' atau 'The Dwellings of the Philosophers'. Sekali lagi, Canseliet menulis kata pengantarnya dan Champagne membuat ilustrasinya.

Canseliet mengaku kalau Fulcanelli sebenarnya juga telah membuat buku ketiga yang berjudul 'Finis Gloria Mundi' atau 'The End of Worldly Glory'. Namun, entah mengapa, Fulcanelli memerintahkan untuk menghancurkan naskahnya sebelum diterbitkan.

Menurut Canseliet, Fulcanelli pernah memberikan kepadanya sejumlah bubuk alchemy yang disebut 'powder of projection' pada tahun 1922. Dengan bubuk ini, Fulcanelli mengijinkan Canseliet mengubah empat ons timah menjadi emas.

Transmutasi
Kesaksian Canseliet mengenai kemampuan Fulcanelli mengubah logam menjadi emas diteguhkan oleh Albertus Spagyricus.

Dalam bukunya yang berjudul 'The Alchemist of the Rocky Mountains', ia mengatakan kalau Fulcanelli pernah mengubah setengah pon timah menjadi emas dan mengubah empat ons perak menjadi uranium di tahun 1937.

Peristiwa transmutasi ini terjadi di Castel de Lere, dekat Borges dan disebut-sebut disaksikan oleh Pierre de Lesseps bersama dua ahli fisika, seorang ahli kimia dan seorang ahli geologi.

Albertus berkata:
'Ketika Fulcanelli menambahkan substansi tak dikenal kedalam setengah pon timah cair, timah itu berubah menjadi emas dengan berat yang sama. Fulcanelli melakukan hal yang sama dengan perak yang kemudian segera berubah menjadi Uranium. Ketika ditanya nama substansinya, ia hanya mengatakan kalau substansi itu berasal dari Ferrous Pyrite.'

Tentu saja, jika peristiwa ini benar terjadi, maka tidak diragukan lagi, Fulcanelli mungkin adalah satu-satunya alchemist abad 20 yang berhasil melakukan transmutasi.

Selain kemampuannya melakukan transmutasi, Fulcanelli juga dipercaya memiliki pengetahuan yang jauh lebih maju dibanding jamannya. Kesaksian mengenai ini datang dari seorang ahli kimia yang juga jurnalis bernama Jacques Bergier.

Pertemuan dengan Jacques Bergier
Pada Juni 1937, Bergier mengaku pernah didatangi oleh seorang pria misterius yang memintanya untuk menyampaikan pesan kepada ilmuwan fisika Andre Helboner. Pria misterius itu berkata kalau ia merasa berkewajiban memperingatkan mereka akan bahaya yang bisa ditimbulkan dari usaha memanipulasi energi nuklir. Saat itu, bom atom belum tercipta. Ini berarti pria misterius tersebut memiliki pengetahuan yang belum dikenal luas di dunia sains saat itu. Bergier yakin kalau pria itu adalah Fulcanelli.

Spoiler for Jacques Bergier:
haxims.blogspot.com


Yang lebih aneh lagi adalah, setelah kunjungan ke Bergier, American Office for Strategic Services (Cikal bakal CIA) mulai mengadakan penelitian yang ekstensif mengenai sosok Fulcanelli hingga akhir perang dunia II. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan semua ilmuwan yang memiliki pengetahuan awal mengenai nuklir untuk mencegah pembelotan kepada pihak musuh. Tetapi Fulcanelli tidak pernah ditemukan.

Pertemuan Terakhir Canseliet dan Fulcanelli
Dalam kesaksiannya puluhan tahun kemudian, Canseliet mengaku berjumpa lagi dengan Fulcanelli pada tahun 1954 dimana ia melihat Fulcanelli tidak bertambah tua. Ini menunjukkan kalau ia juga berhasil menemukan rahasia Elixir of Life.

'Master sudah sangat tua, namun 80 tahun seperti biasa saja baginya. 30 tahun kemudian, aku kembali melihatnya dan ia terlihat seperti seseorang yang berusia 50 tahun. Ia tidak terlihat lebih tua dibandingkan saya.'

Saat itu Canseliet mengadakan perjalanan ke Seville, Spanyol, dimana ia dibawa melewati jalan yang berliku-liku menuju sebuah kastil besar yang berada di antara pegunungan. Setibanya disana, ia disambut oleh Fulcanelli sendiri.

Di dalam kastil, Canseliet mengaku melihat ada wanita dan anak-anak berpakaian seperti abad pertengahan. Lalu, Fulcanelli membawanya ke sebuah laboratorium dan mengijnkannya untuk melakukan eksperimen. Setelah perjumpaan itu, ia tidak pernah bertemu dengan Fulcanelli lagi.

Sosok Fulcanelli tidak pernah muncul lagi ke permukaan. Canseliet juga mengatakan kalau tahun itu adalah tahun terakhir perjumpaannya dengan tokoh misterius itu.

Jadi, disinilah misterinya berada. Apakah Fulcanelli benar-benar ada?

Siapa Fulcanelli Sebenarnya
Sejak kemunculannya, tokoh misterius ini telah menghantui para penganut alchemy dan okultisme di seluruh dunia hingga hari ini. Identitasnya yang tersembunyi membuat Fulcanelli dikultuskan oleh banyak kelompok alchemy di seluruh dunia.

Ada teori kalau Fulcanelli sebenarnya adalah anggota terakhir keluarga kerajaan Perancis, The Valois. Keluarga ini memang sejak lama telah tertarik dengan hal-hal magis dan mistik. Walaupun seluruh keluarga ini telah dibasmi oleh raja Henri III pada tahun 1589, namun ada keturunannya yang masih bertahan hingga tahun 1615.


SUMBER
Baca Selengkapnya - Fulcanelli, Alchemist yang Misterius

Endocannibalisme Upacara Pemakaman Yang Mengerikan

Mungkin ini ritual kematian terburuk yang pernah ada. Endocannibalisme adalah praktik di mana orang memakan tubuh orang yang mati. Ide di balik kebiasaan mengerikan ini adalah kepercayaan bahwa dengan memakan tubuh si mati maka sekaligus akan ‘menghisap’ sifat-sifat almarhum untuk asimilasi roh.



http://yusupman.files.wordpress.com/2009/08/suku-canibal.jpg

http://yusupman.files.wordpress.com/2009/08/kanibal.jpg

http://4.bp.blogspot.com/_1Q8ldLGfYBQ/R9K9YRe-9jI/AAAAAAAAAQQ/odCBOogpHmY/s400/satukan10.jpg

Beberapa suku di Amerika Selatan dan Australia dikatakan telah mempraktekkan ritual menyeramkan ini. Tapi banyak akademisi merasa endocannibalisme adalah tuduhan palsu dilemparkan oleh kolonial pada masa awal untuk mendapatkan alasan dominasi politik. Menurut antropolog Napoleon Changon, komunitas Yanomamo di Amerika Selatan masih makan abu dan sisa tulang orang yang mati setelah di kremasi.
Baca Selengkapnya - Endocannibalisme Upacara Pemakaman Yang Mengerikan

Penampilan Wanita Yang Disukai Pria


Sebenarnya penampilan dan gaya berpakaian seperti apa yang disukai pria pada wanita? Seksi? Natural? Atau ala rocker? Majalah Redbook menggelar survei terhadap 100 orang pria dan meminta mereka untuk memberikan pandangan mereka mengenai cara berpenampilan wanita. Inilah hasilnya.

Hasil semacam ini bisa Anda jadikan acuan untuk berdandan, atau dijadikan pengetahuan Anda saja, tak ada masalah. Sesekali mengubah tatanan penampilan untuk melihat dia tersenyum manis ke arah Anda tak ada salahnya, kan?

Kasual
Sebanyak 56 persen pria mengatakan mereka suka melihat wanita yang berdandan santai dan kasual. Anda tak mungkin salah dandan dengan mengenakan kaus atau tank top putih dengan celana jins untuk memberi kesan kasual.

Memperlihatkan lekuk tubuh
Enam puluh persen responden setuju bahwa tubuh wanita yang berbalut pakaian pas tubuh, seperti rok pensil dan atasan yang ketat akan memberikan kesan seksi karena memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Wanita natural
Riasan yang tipis membuat pria merasa penasaran. Membuat wajah wanita tak jemu untuk dipandang. Jenis riasan ini mendapat suara sebanyak 64 persen responden.

Sedikit berantakan
Anda tahu gaya rambut wanita-wanita peselancar? Dengan rambut yang sedikit berantakan, digerai bebas, dengan gelombang yang tipis atau dikenal juga dengan gaya bed-head (seperti baru bangun tidur) tapi tetap cantik (ingat Cameron Diaz), merebut 67 persen suara dari para responden.

Kelembutan
Bahan pakaian yang terlihat lembut dan nyaman disentuh membuat seorang wanita terlihat seksi, ujar seorang responden menjelaskan mengapa sebanyak 72 persen responden menyukai kelembutan bahan pakaian yang dikenakan wanita.

Pakaian yang girly
Tujuh puluh sembilan persen pria yang mengikuti survei ini mengatakan bahwa mereka suka melihat wanita yang mengenakan pakaian girly. Seperti, gaun putih ringan untuk ke pantai atau spring dress.

Seksi
Tentunya, pria tak jauh dari hal-hal seputar keseksian. Sebanyak 79 persen responden setuju, bahwa sedikit akses untuk mengintip belahan dada pada wanita membuat mereka sulit berpaling dari seorang wanita.


SUMBER
Baca Selengkapnya - Penampilan Wanita Yang Disukai Pria

Senyuman Wanita Sexy yang Bikin Pria Klepek-klepek

Baca Selengkapnya - Senyuman Wanita Sexy yang Bikin Pria Klepek-klepek

Sejarah Migrasi Orang Jawa di Suriname


Sejarah Migrasi Orang Jawa di Suriname ; Rangkaian kegiatan bertajuk 'Javasranang' akan digelar di Karta Pustaka Yogyakarta pada 12-18 April 2010 untuk memperingati 120 tahun migrasi orang Jawa Suriname. orang Jawa di Suriname tersebut dipekerjakan sebagai kuli kontrak perkebunan pemerintah Belanda.

Perempuan Jawa yang masih ingusan ini ditulis bernama Bok Djojopawiro dari Desa Kretek, Bantoel, Djocja. Ibunya bernama Waginah. Ia diberangkatkan dari Semarang ke Suriname 1 Maret 1920, dan tragisnya setahun kemudian mati di Suriname, 13 Juli 1921.

Peristiwa itu menjadi menarik karena sama sekali tidak pernah menjadi catatan penting bagi orang Jawa di Indonesia.'Kegiatan `Javasranang` bertema orang Jawa Indonesia-Suriname dalam sebuah refleksi budaya kontemporer tersebut, diselenggarakan untuk mempromosikan peringatan 120 tahun migrasi orang Jawa ke Suriname

Sejarah Orang Jawa di Suriname
Sejarah kolonial dan migrasi tenaga kerja telah menghasilkan komunitas yang unik jauh dari pantai Indonesia ..... Mungkin beberapa orang di Indonesia tahu bahwa ada komunitas besar orang-orang keturunan Indonesia yang tinggal di utara benua Amerika Selatan. Lebih dari 70.000 'Jawa' hidup di Suriname, sebuah bekas koloni Belanda dan bersemangat negara multikultural terletak di utara Brasil di pantai Karibia.

Walaupun mereka telah di sana selama beberapa generasi, banyak dari mereka masih mengidentifikasi Jawa, walaupun sangat sedikit yang pernah mengunjungi pulau Jawa atau memelihara hubungan keluarga di sana. Tetapi mereka berbicara creolised versi bahasa Jawa, nama Jawa muncul pada semua tingkat masyarakat dan unsur-unsur budaya Jawa (seperti masakan) telah mempengaruhi bangsa ini budaya Karibia.

Sebuah sejarah kolonial Kenapa puluhan ribu orang dari keturunan Jawa tinggal di Suriname? Ini semua harus dilakukan dengan penghapusan perbudakan dan pentingnya sistem perkebunan di koloni ini. Pada 1863, pemerintah Belanda membebaskan lebih dari 33.000 budak di Suriname. Dalam dampak penghapusan ini, pihak berwenang mengikuti koloni Karibia lain dengan mengimpor pekerja diwajibkan dari British India untuk memasok perkebunan dengan buruh murah dan patuh. Lima tahun kontrak rinci hak-hak dan tugas dari indentureds. Penting bagi sistem buruh kontrak yang disebut sanksi pidana, yang memberikan hak majikan untuk menekan tuntutan pidana terhadap indentureds yang melanggar kontrak kerja mereka. Antara 1873 dan 1916 lebih dari 34.000 orang Indian Inggris datang ke Suriname.

Namun, keraguan muncul pada sumber tenaga kerja kontrak ini. Masalah utama adalah bahwa imigran India Inggris tetap warga negara asing, dan karena itu cukup proporsi penduduk suriname akan segera Inggris. Selain itu, mata pelajaran ini bisa naik banding terhadap keputusan tertinggi otoritas Belanda dan meminta bantuan dari Konsul Inggris, yang tidak akan meningkatkan kepatuhan dari tenaga kerja. Kekhawatiran tambahan adalah ketergantungan pada negara asing untuk tenaga kerja dan gerakan nasionalis yang berkembang di India, yang galak menyerang sistem kontrak migrasi. Bahkan, di India sistem ini dihapus pada 1916. Beralih ke Jawa dianggap sebagai alternatif sumber tenaga kerja.

Upaya awal untuk mengimpor orang dari Jawa datang ke sia-sia karena pemerintah Belanda tidak mengizinkan migrasi dari Jawa ketika ada ada kemungkinan untuk memperoleh tenaga kerja di India. Namun gerakan untuk merekrut Jawa mendapatkan kekuatan di tahun 1880-an akibat perubahan iklim politik di India. Keuntungan lain adalah bahwa Belanda sendiri akan mengendalikan proses rekrutmen dan imigrasi dan tidak akan bersaing dengan merekrut negara-negara lain, seperti yang terjadi di India.

Tradisi budaya jawa telah terbukti menjadi kuat, walaupun perubahan dan penyesuaian di Suriname, misalnya dalam bahasa, tidak terhindarkan menteri kolonial Belanda keberatan untuk emigrasi dari Jawa hingga akhir 1887 oleh berargumen bahwa rakyat Jawa tidak cenderung untuk bermigrasi ke jauh-jauh dan tidak dikenal Suriname. Setelah melobi berat dari Suriname pekebun dan pejabat, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membiarkan percobaan pertama dengan kontrak seratus Jawa migran pada tahun 1890.

Meskipun keraguan tentang kekuatan fisik pekerja baru, migrasi ke Jawa suriname sekarang berwenang. Secara total, hampir 33.000 Jawa bermigrasi ke Suriname pada periode 1890-1939. Jawa Tengah dan daerah dekat Batavia (Jakarta), Surabaya dan Semarang merupakan daerah perekrutan utama. Hanya 20 hingga 25 persen dari migran Jawa kembali ke negara asal mereka sebelum Perang Dunia II. Sebagian besar imigran menetap di Suriname. Migran ditugaskan untuk perkebunan. Menurut kontrak, perkebunan harus menyediakan perumahan gratis bagi buruh. Namun, kualitas perumahan sering di bawah standar.

Para pejabat India Timur Belanda H. van Vleuten, yang mengunjungi Suriname pada tahun 1909 untuk menyelidiki hidup dan kondisi kerja orang Jawa, melaporkan bahwa kehidupan rumah tangga dari imigran Jawa menampakkan diri kepadanya sebagai 'agak menyedihkan'. Sebagian besar kamar 'memberi kesan kemiskinan besar penduduk mereka. ' Kontrak kerja tetap upah laki-laki dan perempuan, tetapi kebanyakan indentureds menunjukkan bahwa mereka tidak mendapatkan upah yang terdaftar. Van Vleuten menyimpulkan bahwa 'upah rata-rata yang diterima oleh pekerja kontrak jauh di bawah minimum.' Dia berargumen bahwa penghasilan itu terlalu rendah untuk mencari nafkah di sebuah koloni semahal Suriname.

Selain masalah materi ini, orang Jawa juga harus menghadapi penyesuaian untuk hidup baru, diet, dan bekerja rezim dalam lingkungan yang sering bermusuhan. Tidak mengherankan, kerinduan melanda banyak migran. Keinginan untuk kembali ke Jawa menjabat sebagai bentuk pelarian. Ini pelarian dan teknik lainnya, seperti pura-pura penyakit, tersembunyi menjabat sebagai bentuk protes terhadap sistem surat perjanjian rangkap dua. Kontinuitas budaya Tradisi budaya Jawa telah terbukti menjadi kuat, walaupun perubahan dan penyesuaian di Suriname, misalnya dalam bahasa, tidak terhindarkan. Namun generasi kedua dan kemudian masih mengidentifikasi dengan negara asal mereka. Para pemerintah Suriname juga secara aktif mempromosikan kelangsungan hidup budaya Jawa di masa sebelum Perang Dunia II. Pada tahun 1930, gubernur memulai sebuah 'Indianisation' proyek untuk mengisi koloni dengan petani Jawa, yang akan menetap dalam gaya Jawa-desa (desa) lengkap dengan agama mereka sendiri dan kepemimpinan sipil.

Program ini dipotong oleh perang. Setelah perang, lanskap politik berubah diperbolehkan untuk pembentukan partai-partai politik di Suriname. Kedua partai-partai Jawa, seperti semua pihak lain, berdasarkan etnisitas daripada ideologi. Sana ada persaingan yang kuat antara para pemimpin mereka, Iding Soemita dan Salikin Hardjo. Yang terakhir ini tidak terlalu berhasil dalam pemilihan umum pertama pada tahun 1949 dan kemudian berkonsentrasi pada mendorong kembali ke Jawa oleh kelompok memilih orang terampil. Pada tahun 1954, seribu Jawa berlayar bagi Indonesia, untuk memulai sebuah koperasi pertanian di Tongar di Sumatera Barat. Eksodus kedua terjadi di tahun 1970-an, ketika sekitar 20.000 orang Jawa berangkat ke Belanda pada malam kemerdekaan Suriname pada tahun 1975.

Politik, pentingnya kelompok penduduk Jawa tidak bisa dibantah politik, pentingnya kelompok penduduk Jawa tidak bisa dibantah. Sering orang Jawa terus keseimbangan antara yang lebih besar dan lebih kuat Afro-Suriname dan Hindustan (mantan British Indian) kelompok. Saat ini, Paulus Slamet Somohardjo adalah pertama-pernah Jawa Ketua Majelis Nasional. Pembangunan sosio-ekonomi mereka lebih lambat, tetapi sejak tahun 1960-an orang Jawa telah mengejar kelompok populasi lain, meskipun tingkat urbanisasi masih lebih rendah dibandingkan dengan kelompok besar lainnya.

Menyusul runtuhnya perkebunan di paruh pertama abad kedua puluh, banyak orang Jawa yang ditemukan bekerja di industri bauksit dan sektor pertanian. Hanya dalam dekade terakhir abad terakhir melakukan kehadiran Jawa dalam bisnis, profesi dan peningkatan layanan sipil. Demografis, orang Jawa sudah lama menjadi penduduk terbesar ketiga grup, tetapi Maroon (keturunan budak yang melarikan diri) sempit melebihi mereka dalam sensus terakhir tahun 2004. Menurut angka-angka ini, para kelompok Hindustan menghitung 135.000 orang, diikuti oleh Afro-Suriname (87.500), Maroon (72.600), dan Jawa (71.900). Orang Jawa yang unik telah menambahkan elemen etnis dan budaya ke Karibia dan Amerika Latin. Namun, hal ini tidak menghasilkan banyak kepentingan penelitian di Jawa dan kebudayaan mereka. Oleh karena itu akan baik untuk memperoleh pengetahuan tentang kehidupan, budaya, dan kemajuan dari Jawa di Suriname. Hal ini tentu worth it!


SUMBER
Baca Selengkapnya - Sejarah Migrasi Orang Jawa di Suriname

Kisah Gadis SItubondo, Hobi Makan Dagingnya Sendiri

11 Tahun Habiskan Sepuluh Jarinya
Di rumah yang sederhana itu ternyata tinggal seorang anak baru gede (ABG) yang hobi memakan dagingnya sendiri. Dia adalah Ningsih (19), warga Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Situbondo. Selama sebelas tahun,sepuluh jarinya habis dimakan. Bagaimana ceritanya?

TRAGIS memang. Ketika kita berkunjung ke rumahnya, hanya ada tempat tidur dan tempat pakaian, tidak ada alat hiburan semacam televisi maupun alat elektronik lainnya, di ruangan sekitar 4 X 4 meter itu.

Lebih-lebih, kamar itu terbuat dari gedeg bambu yang telah bertahun-tahun dihuni oleh Ningsih. Hanya terdapat sebuah tempat duduk dari bambu, yang sehari-hari digunakan untuk tidur.

Nining - panggilan akrab gadis ini, selain memiliki gangguan jiwa, dia juga hobi memakan dagingnya sendiri, sejak dirinya baru berusia 8 tahun.. Bahkan, sampai saat ini, sepuluh jarinya telah habis dimakan.

Kebiasaan tersebut sebenarnya sudah tidak lagi dilakukun, setelah keluarganya membungkus tebal-tebal kedua tangannya.

Namun sepekan ini, kebiasaan tersebut kambuh lagi. Bukannya tangan yang dimakan, Nining sudah mulai menggerogoti daging yang melekat di kedua bahunya.

Nining tinggal di rumah itu bersama ayahnya Munasip (40), dan Bunira (60) sang nenek yang setiap hari setia merawatnya. Sedangkan Ernanik, ibu kandungnya, sudah sejak lima tahun silam, merantau ke negeri jiran Malaysia .

“Saya kasihan. Kadang kalau saya marahi untuk tidak makan dagingnya sendiri, dia justru tertawa, itu yang membuat hati saya semakin teriris-iris rasanya,” tutur Bunira dengan mata berkaca-kaca, kemarin. Tidakkah dibawa berobat? Ikuti besok.


Harapkan Bantuan Biaya Pengobatan
Kebiasaan Mega Susi Ningsih (19)memang lain dari kebiasaan orang pada umumnya. Bahkan ketika diberi makan nasi dia akan menolaknya. Namun, demi kesehatan Mega sendiri, dia sering dipaksa untuk memakan nasi.

'Harus disuapi dan dipaksa supaya bisa makan nasi,' ujar Yuli uhar bibi Mega saat ditemui di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Selasa (21/7).
Untuk memenuhi kebutuhan makan, selain memohon belas kasihan para dermawan, Bunira juga mencarinya dengan berjualan sayuran keliling.

Kondisi Nining anak pasangan Munasib (50) dan Ernanik (40) ini sangat memperihatinkan. Sebagian jarinya hilang dan nampak borok di bagian tangan kanan dan kirinya.
Anehnya, menurut Bunira, Nining tidak pernah merasasakan sakit saat menggerogoti dagingnya sendiri. Beberapa upaya medis sudah dilakukan, bahkan sempat dirawat di rumah sakit. Namun hasilnya tetap saja nihil.

“Justru kalau dibawa ke rumah sakit, dia malah sering melakukan kebiasaanya,” timpal Bunira lagi.

Ironisnya, keluarga ini mengaku sudah tidak mampu lagi membawa Nining untuk berobat, dan terpaksa membiarkannya. Keluarga hanya dengan sangat terpaksa hanya menjaga gadis manis itu, agar tidak memakan dagingnya lagi.

Bunira juga mengaku, kalau keluarga itu juga pernah mendapatkan bantuan pengobatan dari Pemerintah setempat sebesar Rp 3,6 juta.

“Saya sebenarnya mengharap, untuk mendapatkan bantuan setiap bulan, karena kami sudah tidak kuat lagi membiayai hidup Nining. Tapi seandainya tidak dapat bantuan, kami akan terus berusaha agar Nining bias sembuh,” tutur Bunira lagi.
Sementara hasil kiriman uang dari ibunda Ningsih juga habis digunakan untuk kepentingan adik Nining yang bersekolah.

“Kalau adiknya normal-normal saja. Gadis yang seusia dengan dia sudah ada yang berkeluarga, mungkin ini cobaan bagi keluarga dia,” tutur Ahmadi, tetangga Ningsih.
Ahmadi juga menuturkan, kalau selama ini, keberadaan Nining yang doyan dengan daging manusia itu, tidak pernah mengganggu orang lain. Bahkan, katika diajak berkomunikasi, dengan tutur bahasa yang terbata-bata, Ningsih berusaha menjawabnya.


Lega, Akhirnya Pemerintah Turun Tangan
Keluarga Ningsih (19), gadis yang memiliki kebiasaan memakan dagingnya sendiri itu, akhirnya sedikit bernafas lega. Pasalnya, siang kemarin (22/7), gadis yang memiliki nama lengkap Mega Susi Ningsih ini, dirujuk ke RSUD Situbondo.

KEDATANGAN Ningsih di ruang instalasi gawat darurat (IGD), sempat membuat miris beberapa pesien, bahkan, sejumlah perawat terlihat iba ketika melihat kondisi fisik Ningsih.
“Ya allah, kasihan anak ini,” celetuk salah satu perawat, sembari membalut beberapa luka Ningsih dengan perban.

Saat berada di ruang IGD, gelagat Ningsih memang tampak tidak senang dengan ruangan serba putih itu, setelah dinasehati oleh tim dokter yang menanganinya, akhirnya gadis itu mau juga dirawat.

Ningsih dijemput langsung oleh tim medis ke rumahnya di Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Dengan ditemani Bunira neneknya, serta Munasip ayah kandung Ningsih.

Rencananya, Nining (panggilan akrabnya), akan dirawat di ruang khusus. Tentunya dengan biaya pegobatan gratis, bahkan kebutuhan keluarga yang menemani Ningsih selama menjalani perwatan, juga akan ditanggung pemerintah.

Selama dalam masa perawatan, Ningsih akan dirawat oleh Dokter spesialis syaraf, dan akan didatangkan psikiater. Itu dilakukan, dalam rangka penyembuhan anak tersebut.
“Jika memang nantinya RSUD tidak mampu, kami akan merujuknya ke RSUD di Jember,” terang Imam Wahyudi, Kabid Humas RSUD Situbondo, kepada Harian Bangsa, kemarin (22/7).

Sementara itu, Bunira dan Munasip mengaku sangat senang dengan dirawatnya Ningsih, mereka berdua berharap, agar Ningsih segera sembuh dari penyakitnya. “Kami juga akan terus berdoa, semoga anak itu dapat sembuh,” terang Munasip.

Selama di ruang IGD, walapun dengan bahasa madura yang amburadul, mulut Ningsih tak henti-hentinya mengucapkan “akoa ka mecia mak” (mau bekerja ke malaysia buk). “Mungkin dia ingat dengan ibunya yang menjadi TKW di Malaysia,” timpal Bunira.

Baru Sehari di RS, Keluarga Minta Pulang
Sejak hari Rabu (22/7) Mega Susi Ningsih (19), berbaring di ruang perwatan Paviliun Dahlia RSUD Situbondo, untuk menjalani proses awal penyembuhan penyakit anehnya tersebut. Apa saja yang dialaminya setelah diangkat dari kebiasaan sehari-harinya?

Belum ada perkembangan signifikan dari upaya medis yang dilakukan, namun, keluarga semakin bernafas lega, setelah dijanjikan kalau pihak RSUD akan menanggung semua biaya pengobatan gadis tersebut, hingga sang gadis bisa sembuh total.

Ada rumor, jika nantinya RSUD Situbondo tidak mampu untuk melakukan proses penyembuhan, tidak tangung-tanggung, Ningsih akan dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo Surabaya. Biayanya pun akan ditanggung alias gratis.

Namun, keseriusan RSUD untuk bisa menyembuhkan Ningsih nampaknya akan sia-sia, baru satu hari dirawat, keluarga yang menunguinya sudah meminta agar Ningsih dirawat jalan.
Dengan demikian, keinginan keluarga agar untuk bisa menyembuhkan anak Gadis itu memang sangat kurang. Terbukti, Kamis (23/7) gadis itu terpaksa dibawa pulang ke rumahnya, karena keluarga terus merengek.

Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Keluarganya sampai nangis-nangis meminta Ningsih dibawa pulang, kata Humas RSUD Situbondo Imam Hidayat .

Padahal, selain biaya pengobatan, semua biaya makan keluarga yang menungguinya sudah ditanggung pihak rumah sakit, namun upaya tersebut tetap saja sia-sia, karena keluarga beralasan tidak betah tinggal di rumah sakit.

Semakin tragis saja, kisah gadis pasangan Munasip dan Ernanik ini, Kendatipun Ningsih sudah dibawa pulang, pihak rumah sakit berjanji akan melakukan perawatan jalan. Kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan agar Puskesmas setempat mau menurunkan tenaga medisnya, agar Ningsih bisa berobat jalan, tambah Imam lagi.

Informasi lainya menyebutkan, kalau Ningsih menderita retradasi mental alias kecerdasan kurang, penyakit semacam itu, tambah Imam, bisa disembuhkan dengan cara yang lama.
Salah satu penyembuhannya adalah pengobatan rutin serta meningkatkan perhatian terhadap anak, jika tidak dilakukan, maka penyakit akan semakin memburuk.

Seperti diketahui, selama menderita penyakit ini, Ningsih bisa dibilang kurang mendapatkan perhatian keluarga, maklum, Ernanik ibunya bekerja sebagai TKW ke Malaysia, sementara Munasip berjualan minyak wangi keliling, dan baru malam hari tiba di rumah.

Kalau pengobatan dilakukan, tetapi perhatian terhadap anak itu tidak dilakukan, maka pengobatan akan sia-sia saja, oleh karenanya, terapi untuk kesembuhan Ningsih, ya harus diperhatikan terus-menerus, semacam menggunakan baby sister, pungkas Imam lagi.
Baca Selengkapnya - Kisah Gadis SItubondo, Hobi Makan Dagingnya Sendiri

Gunung Matterhorn Yang Luar Biasa

Gunung indah berbentuk tanduk yang berada di daratan Eropa. Matterhorn namanya.
Gunung Matterhorn merupakan gunung yang berada di Swiss dan memiliki bentuk piramid yang keempat sisinya menghadap empat penjuru mata angin. Utara dan Timur secara berurutan menghadap ke East Valley dan Gornegrat di Swiss.Bagian selatan menghadap Breuil-Cervinia dan bagian barat menghgadap Dent d'Herens. bagian utara dan selatan kemudian bertemu di puncak.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/26/Matterhorn-EastAndNorthside-viewedFromZermatt_landscapeformat.jpg

http://www.mainepuzzles.com/Images/Scenic-Mountains-Puzzles/6218_Switzerland_Matterhorn_Jigsaw_Puzzle_lg.jpg
http://img.wallpaperstock.net:81/matterhorn-valais-wallpapers_11988_1152x864.jpg
http://www.dlr.de/en/Portaldata/1/Resources/portal_news/NewsArchiv2005/matterhorn_pan_380h.jpg

Matterhorn memiliki ketinggian 4,478 meter dpl (14,692 ft)
namun saat ini matterhorn dapat dinikmati dengan menggunakan rel yang telah dibangun. beberapa area yang mendapat fasilitas itu antara lain Unterrothron dan Klein Matterhorn ( 3,883 m). The Hornli Hut (3,260 m), yang dimulai dari rute normal melewati , merupakan akses paling mudah dari Schwarzsee dan sering digunakan pendaki.

Konon, berdiri di puncak Matterhorn akan bisa menyaksikan setidaknya 38 puncak gunung dari sekitar 200 puncak di pegunungan Alpen yang berada di kawasan perbatasan lima negara, Swiss, Austria, Perancis, Jerman dan Itali. Agaknya, berbagai kelebihan ini yang membuat Matterhorn menjadi gunung paling populer di Swiss.
Baca Selengkapnya - Gunung Matterhorn Yang Luar Biasa