ribuan artikel terunik teraneh menarik terlangka terlucu cari disini:

Indonesia Surga bagi Penyu Raksasa di Dunia


Banyak yang belum mengetahui bahwa di Indonesia memiliki tempat peneluran penyu yang terbesar di Dunia, kenapa dikatakan sebagai tempat peneluran terbessar didunia?? karena tempat ini memiliki garis pantai terpanjang dan paling panyak dikunjungi oleh berbagai jenis penyu yang ada di Dunia sampai saat ini. Ironisnya sudah banyak turis dan peneliti asing datang berkunjung ketempat ini namun masyarakat kita sendiri belum banyak yg mengetahuinya.

nah tempat ini bernama pantai Jamursba Medi yang terletak di Kawasan Papua Barat kabupaten Tambrauw, tepatnya di daerah kepala burung Papua

lokasi jarmursba medi:

yang menjadikan tempat ini sangat istimewa adalah jumlah penyu yang datang untuk bertelur sangat banyak tiap tahunnya, dan juga yang paling mendominasi adalah jenis Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang juga merupakan Penyu terbesar dari 7 jenis yang da di Dunia. keren bukan….

Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 – 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 – 73 hari.

Tidak banyak informasi yang diketahui tentang Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) karena hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk bermigrasi menjelajahi samudera.

Namun penelitian menggunakan satelit transmisi oleh WWF Indonesia di Jamursba Medi, Papua, bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), belum lama ini berhasil menyibak rahasia pengembaraan hewan langka tersebut.

Sepuluh ekor Penyu Belimbing yang dipasangi transmitter dipunggungnya dan dilepas dari pantai Jamursba Medi, Papua, pada Juli 2003 lalu, menurut pantauan satelit, kini salah satunya berada di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco.

Ini berarti, Penyu Belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 6000 mil dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun!

Dibandingkan penyu lainnya, Penyu Belimbing memiliki tingkat migrasi paling tinggi. Kenyataan bahwa mereka gemar bermigrasi melewati kawasan yang produktif untuk kegiatan perikanan terutama di Pasifik, membuat jenis ini beresiko tinggi tertangkap rawai nelayan tradisional maupun kapal ikan besar.

Nah, dengan menggunakan teknologi satelit, para peneliti dapat mengidentifikasi jalur migrasi Penyu Belimbing, yang hasilnya bisa dipakai sebagai acuan untuk menyusun langkah-langkah perlindungan wilayah jelajah (home range) jenis penyu tertua itu.

Penyu Belimbing – disebut juga Leatherbacks – dilindungi sebagaimana diatur dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 2.300 penyu betina dewasa yang tersisa diseluruh Samudera Pasifik.

Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Kepala Burung Papua merupakan salah satu tempat peteluran utama bagi Penyu Belimbing. Hanya ada dua tempat yang masih menyimpan stok Penyu Belimbing di Samudera Pasifik, yaitu di Pasifik Utara termasuk di pantai-pantai Meksiko, Nikaragua, dan Costa Rica, dan di Pasifik Barat yakni di pantai-pantai Kepulauan Solomon, Vanuatu, Malaysia dan Papua (termasuk juga Papua Nugini).

Dengan semakin menurunnya populasi penyu belimbing di daerah peteluran di Malaysia dan Meksiko, Papua otomatis menjadi daerah peteluran terakhir sekaligus terbesar yang tersisa di seluruh Samudera Pasifik.


Hewan unik

Misteri kehidupan Penyu Belimbing sebenarnya telah lama menarik minat para peneliti dunia. Semula, para ilmuwan menduga sebagian besar Penyu Belimbing yang ditemukan menepi di pantai California atau yang tertangkap rawai nelayan di Hawaii, berasal dari Pasifik Utara atau tepatnya dari pantai peteluran Meksiko. Akan tetapi analisis DNA menunjukkan bahwa penyu-penyu tersebut berasal dari Pasifik Barat, yaitu dari pantai peteluran di Papua dan sekitarnya.

Hewan yang beratnya bisa mencapai 600-900 kg, dan merupakan salah satu reptil terbesar itu memang menyimpan rahasia pengembaraan yang unik. Dimulai dari tukik yang baru menetas dengan berat kurang dari 200 gram, penyu kecil tersebut berenang ke laut lepas dan baru kembali ke darat setelah berat badannya mencapai sekitar 600 kilogram, hanya untuk bertelur! Bayangkan, betapa panjang masa yang dihabiskannya menjelajahi laut.

Hanya penyu betina dewasa yang ’mampir’ kedaratan selama sekitar tiga jam dalam setiap masa bertelur untuk meletakkan 60-120 telurnya, lalu kembali ke laut, dan naik lagi ke daratan untuk bertelur 2-3 tahun kemudian.

Sayangnya, dari 1.000 telur Penyu Belimbing yang menetas, hanya satu hingga lima ekor yang hidup menjadi dewasa hingga puluhan tahun. Selain akibat aktivitas nelayan – yang menangkap penyu sebagai tangkapan samping – populasi Penyu Belimbing terancam serius oleh perburuan liar untuk mendapatkan telur, daging, dan cangkangnya. Begitu juga karena pencemaran laut; terutama oleh sampah plastik yang sering tertelan penyu karena disangka ubur ubur kesukaannya.

Sebagai pemangsa utama ubur-ubur, Penyu Belimbing menjadi pengatur keseimbangan populasi ubur-ubur di alam. Berlebihnya populasi ubur-ubur dapat menyebabkan penurunan populasi ikan, khususnya ikan-ikan dengan nilai komersial yang laku dipasaran, dikarenakan ubur-ubur adalah pemangsa utama larva ikan tersebut. Dengan demikian, pelestarian Penyu Belimbing memberikan manfaat bagi ikan, manusia dan industri nelayan.

Coba kalian bayangin aja klo penyu sebesar ini harus musnah, sayang sekali kan…. apalagi penyu ini merupakan penyu bagi kebanggan negara kita.

oleh karena itu marilah kita bersama2 melestarikan penyu yang ada di indonesia, demi kelestarian alam kita yang lestari


nah berikut gambar penyu Belimbing yang ada di pantai Jarmusba Meidi

gede banget kan…..


gede banget kan…..


gede banget kan…..


ini saat penetasan penyu….


SOURCE
Baca Selengkapnya - Indonesia Surga bagi Penyu Raksasa di Dunia

10 Most Pollution Factory in the World

Coal is the undisputed leader in dirty fuel sources. But beyond the issue of global warming/climate change (burning coal is the number one source of the greenhouse gas, carbon dioxide), coal-fired power plants also release dangerously high levels of sulfur dioxide, nitrogen oxide, mercury, arsenic, lead, carbon monoxide and hydrocarbons into the atmosphere, creating environmental hazards both near the plants (i.e smog, respiratory complications, fouled water from coal-slurry impoundments), and far from the plants (i.e acid rain, mercury pollution in rivers and oceans, etc.). And that is

only the burning of coal, to say nothing of the mining and transportation of it.

Generally speaking, the older the plant, the more polluting it is, but the type of coal burned also plays a significant role determining the amount of CO2, SO2 and other pollutants released into the atmosphere.

1. Gallagher – Indiana, USA


As one of the older plants on this list, Duke Energy’s Gallagher Generating Station is also one of the dirtiest. Located along the banks of the Ohio River in Floyd County, Indiana, Gallagher stores coal fly ash in ponds on the banks of the Ohio River. But the relatively small 600-megawatt Gallagher station made the list mostly because it emits 50,819 tons of sulfur dioxide (SO2) annually—a ratio of about 4o pounds per megawatt-hour—the highest of any plant in the United States.

2. Kraftwerk Niederaussem – Bergheim, Germany


Owned by Germany’s RWE Niederaussem is consistently one of the largest sources of CO2 in all of Europe. Even though the plant saw its emissions drop by 20 % to 24.9 million tons in 2008, the 3800 megawatt plant burns dirty and inefficient lignite (brown coal). Vast lignite mines in Germany, like the one pictured above, have swallowed entire villages and large swaths of fertile farmland.


3. Scherer Power Plant – Juliette, Georgia, USA


At 27 million tons of carbon dioxide annually, the Robert W. Scherer Power Plant is the single largest point-source of CO2 in the U.S.. Scherer is owned and operated by Georgia Power, which also owns the Bowen Plant. Scherer burns through an average of three train-loads of coal per day – coal hauled in from Wyoming’s Powder River Basin, 1,800 miles away. At any given time, BNSF has thirty-six different two-mile long coal trains somewhere on the ten-day roundtrip between Wyoming and Georgia.

4. Taichung Coal-Fired Power Plant – Lung-Ching, Taiwan


The 4130-megawatt Taichung power station is the world’s biggest CO2 emitter, with over 40 million tons produced in 2008. The CO2 emissions of the Taichung project roughly corresponds to the CO2 emissions of Switzerland.

5. Belchatow – Belchatow, Poland


Belchatow is arguably the largest coal-fired power plant in the world. Run by state-owned utility BOT Elektrownia, Belchatow emitted the most CO2 of any EU installation last year, pumping the equivalent of 34 million tons into the atmosphere; making it the second biggest coal-fired source of CO2 in the world.


6. Kendal Power Station – Mpumbulanga, South Africa

The 4116-megawatt Kendal facility in South Africa is the largest coal-fired power plant in the world. With an annual CO2 emissions of 26.8 millions tons, Kendal is the tenth biggest source of CO2 in the world.

7. Bowen – Bowen, Georgia, USA


Along with the Scherer Plant, which is also owned by Georgia Power, Plant Bowen is consistently one of the top three emitters of CO2 in the United States. In addition to the 24 million tons of CO2 it emits annually, Scherer is also one of the bigger sulfur dioxide sources, emitting 206,442 tons of SO2 annually (it should be noted that while the total amount of SO2 produced has a relatively low ratio of 18lb/MWh, as compared to Gallagher’s 40lb/MWh).

8. Hazelwood – Hazelwood, Victoria, Australia


The WWF referred to Hazelwood power station as “the most polluting of all power stations operating in the world’s major industrialised countries.” Scheduled to be decommissioned by 2009 due to the exceedingly high volume of CO2 emissions from burning brown coal, a 2005 decision by the Victorian Government will keep the plant operational until 2031.

9. Agios Dimitrios – Agios Dimitrios, Greece


In terms of CO2 per Megawatt-hour produced, the 1595-megawatt Agios Dimitrios power plant in Greece is the dirtiest power plant in Europe. The lignite-burning facility was at the top (or bottom) of WWF’s Dirty Thirty (Europe).

10. Drax – Selby, Yorkshire and the Humber, UK


Drax provides 7% of the electrical power required by Britain. Drax is actually the most carbon efficient coal-fired power plant in the UK, even though it generates around 1.5 million tons of ash and 22.8 million tons of carbon dioxide each year, which just goes to show, even the cleanest of coal-fired power plants are dirty.


SOURCE
Baca Selengkapnya - 10 Most Pollution Factory in the World

Foto ‘Ranjang Perdamaian’ John Lennon Dihargai Rp 400 Juta


Salah satu kenangan paling populer semasa hidup John Lennon adalah foto ‘Bed-In’. Foto tersebut telah terjual seharga Rp 400 juta dalam sebuah acara lelang di Inggris.


Foto ‘Bed-In’ bergambar mendiang John Lennon bersama sang istri Yoko Ono yang sedang berada di atas kasur. Foto ‘Bed-In’ dibuat di beberapa tempat, salah satunya adalah di kamar 1742 Hotel Queen Elizabeth di Montreal, Kanada pada tahun 1969.


Seperti dilansir Liverpool Echo, Jumat (25/6/2010), foto ‘Bed-In’ yang terjual seharga Rp 400 juta itu saat dibuat di Kanada. Saat itu John dan Yoko memang aktif menyerukan soal perdamaian. Saat itu John dan Yoko menyerukan sebuah pesan ‘WAR IS OVER! If You Want It – Happy Christmas From John and Yoko’.


Foto tesebut di ambil saat John mengadakan jumpa pers dengan jurnalis Kanada soal seruan perdamaian. Di sana ia juga menyanyikan sebuah lagu ‘Give Peace A Chance’ dengan gitar bolongnya.


Sebelumnya naskah lagu tulisan tangan John Lennon berjudul ‘A Day in the Lifeterjual seharga Rp 10, 9 miliar dalam sebuah lelang di New York. Naskah itu menunjukkan suntingan dan pembetulan oleh John Lennon, yang ditulis dengan bertinta hitam tebal dan tinta merah.


SOURCE
Baca Selengkapnya - Foto ‘Ranjang Perdamaian’ John Lennon Dihargai Rp 400 Juta

Catenaccio, Taktik Haram Sepakbola


Tim-tim sepakbola yang mempunyai ciri-ciri menyerang mungkin menyetujui judul yang ada di atas seperti Brazil, Belanda, dan Spanyol yang merupakan kultur sepakbolanya menyerang. Tim-tim di atas harus menerima kekalahan dengan taktik ini dengan cara yang menyakitkan, ini dikarenakan Catenacio menerapkan taktik pertahanan grendel yang anti bagi tim-tim berkultur menyerang dan harus menerima kekalahan dengan cara yang menyakitkan dalam Sejarah Sepakbola.

Catenaccio sebenarnya dipengaruhi oleh verrou atau rantai, sistem yang diperankan oleh pelatih Austria Karl Rappen. Sebagai pelatih Swiss, Karl memainkan posisi defensive sweper yang disebut juga verrouilleur, yang posisinya adalah sebagai seorang bek yang berdiri tidak sejajar dengan bek lainnya atau tepatnya sedikit berada di dekat depan kiper. Rappan sendiri awal menciptakan taktik ini sewaktu melatih klub asal Swiss, Servette pada tahun 1932 yang memainkan 4 bek dengan sistem man-to-man marking, ditambah seorang playmaker di lapangan tengah dan dua pemain sayap.

Lalu mengapa Catenaccio selalu identik dengan negara Italia? Nereo Rocco lah orangnya yang mengembangkan sistem ini, taktik Rocco sering disebut sebagai realnya Catenaccio yang ditunjukkan pertama kali pada tahun 1947 dengan Triestina : formasi yang paling terkenal pada saat itu adalah 1-3-3-3 dengan taktik yang benar-benar defensive. Dengan taktik tersebut Triestina duduk di posisi kedua dan banyak mengejutkan pengamat sepakbola pada saat itu. Selain dengan 1-3-3-3, 1-4-4-1 dan 1-4-3-2 menjadi andalan dari Nereo Rocco.

Setelah era Rocco berakhir, pada tahun 1960-an pelatih yang berasal dari Argentina

Helenio Herrera benar-benar memanfaatkan taktik ini. Intermilan yang dilatih oleh Helenio dibuatnya menjadi tim yang sangat ditakuti dan disegani oleh tim-tim yang mereka lawan sehinggan Inter dijuluki sebagai El Grande Inter atau Inter yang besar. Prestasi yang diraih antara lain beberapa Scudetti, dua gelar Liga Champion, dan dua gelar Interlontinental pada saat itu.

Catenaccio sendiri memperkenalkan sebuah posisi yang cuku kontroversial yang bernama Libero atau Swepper yang memainkan posisi di belakang 3 bek sejajar yang telah kita sebutkan di atas. Selain sebagai pemain bertahan, Swepper juga berperan besar sebagai kunci dari Counter Attack sebuah tim ketika bertanding. Pemain yang paling terkenal di posisi ini adalah Frans Backenbauer.

Di zaman Hererra sendiri, 4 bek akan menjaga dengan ketat para penyerang yang ingin mencoba menyerang lewat berbagai sisi sementara itu sweeper akan mencari celah untuk mendapatkan bola yang hilang atau bebas akibat sudah terkover oleh 4 bek tersebut dan akan mencoba melakukan counter atack dengan bola yang hilang tersebut.


Catenaccio saat ini

Di zaman sepakbola modern saat ini, Catenaccio masih dimainkan oleh beberapa tim, termasuk oleh Italia. Contohnya saja sewaktu Italia berada di Piala Eropa 2000. Mereka dilatih oleh Dino Zoff, seorang kiper legendaris yang sudah tentunya mengerti bagaimana cara bertahan dengan taktik ini. Hasilnya Italia meraih posisi runner-up yang dikalahkan oleh Perancis dengan skor 1-2 oleh gol emas Trezeguet.

Setelah kejadian di Eropa 2000 3 klub Italia, yaitu AC Milan, Juventus, dan Intermilan mendemokan taktik ini di musin 2002/2003 di Liga Champion. Intermilan mendemokan taktik ini saat melawan Valencia di perempatfinal leg kedua Liga Champion yang bermain di stadion Mestalla, kandang Valencia saat itu. Inter sendiri harus kalah 1-2, namun Inter bisa lolos ke semifinal dengan skor agregat selisih gol setelah di pertemuan pertama menang dengan skor 1-0. Tidak hanya Inter, Juvetus juga tidak kalah heroik dengan mengalahkan Barcelona 2-1 di kandang Barcelona pada saat itu dengan counter attack lewat Pavel Nedved setelah diserang abis-abisan oleh Barcelona. Sedangkan Milan sendiri tidak harus bersusah payah, karena Milan berhadapan dengan Ajax lewat agregat skor 4-3 lewat gol injury time Inzaghi.

Taktik ini sendiri tidak akan lekang oleh zaman karena setiap tim pasti perlu sebuah taktik pertahanan yang solid dan kuat. Memang pertahanan baik adalah menyerang, namun apabila tidak diimbangi dengan sistem benteng pertahanan yang kokoh, gol-gol yang ada akan percuma karena akan dibalas dengan mudah oleh tim lawan.


SOURCE
Baca Selengkapnya - Catenaccio, Taktik Haram Sepakbola

10 Kemenangan Tidak Terduga Selama Piala Dunia

Selain kemenangan Slowakia atas Italia, inilah sepuluh kemenangan tak diduga dalam sejarah Piala Dunia.

10. Spanyol 0-1 Swiss (Babak penyisihan grup Piala Dunia 2010)

Mari kita mulai dengan kemenangan mengejutkan Swiss atas Spanyol yang berakhir dengan skor 1-0. Tergabung dalam Grup H babak penyisihan Piala Dunia bersama Swiss, Cili, dan Honduras, Spanyol tentu saja diprediksi dapat dengan mudah lolos dalam babak penyisihan Grup H mengingat hasil gemilang yang selalu diraih Spanyol sepanjang babak kualifikasi dan pertandingan persahabatan. Namun, kini Spanyol harus berjuang keras agar dapat lolos ke babak 16 besar setelah kekalahan menyakitkan yang dialami ketika menghadapi Swiss. Dominasi dan banyaknya peluang yang tercipta sepanjang pertandingan harus berakhir tanpa hasil setelah dipatahkan oleh barisan pertahanan Swiss yang sangat solid dan disiplin. Sebuah gol dari kaki Gelson Fernandes sudah cukup membawa Swiss memenangkan pertandingan menghadapi Spanyol.


9. Korea Selatan 2- 1 Italia (Babak perdelapan-final Piala Dunia 2002)

Italia harus angkat koper lebih dulu di babak perdelapan-final Piala Dunia 2002 setelah dikalahkan 2-1 atas tuan rumah Korea Selatan. Ahn Jung Hwan patut menyandang gelar pahlawan ketika menciptakan gol kemenangan atas Italia di menit-menit terakhir pertandingan.

Sebenarnya kemenangan Korea Selatan atas Italia tidak akan terjadi seandainya saja gol yang diciptakan oleh Giovanni Trapattoni tidak dianulir off-side oleh wasit Byron Moreno asal Ekuador dan memberi hadiah penalti bagi Korea Selatan atas pelanggaran yang dilakukan oleh barisan pertahanan Italia.

Usai pertandingan, timnas Italia menuding bahwa telah terjadi konspirasi terhadap mereka. Hal ini berdasar karena sebelumnya ketika melawan Meksiko dan Kroasia mereka berhasil mencetak masing-masing dua gol yang akhirnya dianulir off-side oleh wasit.


8. Spanyol 0- 1 Irlandia Utara (Babak penyisihan Piala Dunia 1982)

Penampilan Spanyol di Piala Dunia 1982 sebetulnya tidak pantas dikatakan bagus bahkan bisa dikatakan mereka memiliki penampilan yang buruk. Hanya menang sekali dalam lima pertandingan, dan hanya mampu mencetak empat gol dimana dua diantaranya merupakan tendangan penalti yang menimbulkan kontroversi adalah buktinya.

Sesungguhnya timnas Spanyol tidak akan lolos ke babak berikutnya tanpa bantuan wasit pertandingan. Mereka berhasil mengalahkan Honduras 1-0 dalam laga pembuka Piala Dunia, itupun berkat gol hasil tendangan penalti Roberto Ufarte.

Setelah dikejutkan dengan kekalahan ketika melawan Yugoslavia, timnas Spanyol kembali dikejutkan setelah mengalami kekalahan 1-0 ketika menghadapi Irlandia Utara. Gerry Armstrong mencetak gol kemenangan bagi Irlandia Utara dua menit sebelum jeda babak pertama.


7. Argentina 0-1 Kamerun (Babak penyisihan Piala Dunia 1990)

Pembukaan Piala Dunia 1990 di Italia disambut dengan kemeriahan. Argentina datang dengan predikat juara bertahan, meskipun tidak memiliki skuad bertabur pemain bintang Argentina masih memiliki Diego Maradona dan bintang muda masa depan Claudio Caniggia. Argentina sepertinya akan memenangkan pertandingan kala menghadapi Kamerun yang belum pernah menujuarai Piala Dunia. Namun diluar dugaan Argentina harus mengakui keunggulan Kamerun. Francois Oman Biyik menciptakan gol bagi Kamerun di menit ke-67 pertandingan. Dan siapa yang menyangka jika Argentina harus dikalahkan Kamerun dengan sembilan sisa pemain di lapangan.


6. Prancis 0-1 Senegal (Babak penyisihan Piala Dunia 2002)

Sama halnya dengan Piala Dunia 1990 di Italia, Piala Dunia 2002 dibuka dengan kemenangan mengejutkan timnas asal Afrika ini. Prancis yang merupakan juara piala Eropa, dan memiliki pemain-pemain top skorer yang berlaga di Liga Inggris, Italia, dan Prancis dikejutkan oleh penampilan permainan timnas Senegal. Papa Bouba Diop mencetak gol kemenangan bagi Senegal di paruh permainan babak pertama dan merayakan golnya tersebut dengan tarian kemenangan khas Afrika.


5. Jerman Barat 1-2 Aljazair (Babak penyisihan Piala Dunia 1982)

Jerman Barat mengikuti Piala Dunia 1982 dengan gelar juara Eropa. Selain itu timnas Jerman Barat juga memiliki pemain kelas dunia seperti Karl Heinz Rummenigge, Paul Breitner, Harald Schumacher, Pierre Littbarski, dan Uli Stielike. Tidak ada satupun yang menaruh harapan Aljazair akan memenangkan pertandingan, namun diluar dugaan timnas Aljazair mampu memperlihatkan permainan cepat yang sangat baik. Sang legenda Rabah Madjer mencetak gol pertama. Jerman Barat pun kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-67 sebelum akhirnya Lakhdar Belloumi mencetak gol kemenangan bagi Aljazair.


4. Inggris 0-1 Amerika Serikat (Babak penyisihan Piala Dunia 1950)

Piala Dunia 1950 merupakan Piala Dunia yang pertama bagi Inggris. Sementara itu, timnas Amerika Serikat mengikuti Piala Dunia 1950 tanpa memiliki pemain dengan kualitas dunia.

Setelah Inggris berhasil mengalahkan Cili 2-0 di babak penyisihan grup, dan Amerika Serikat yang dikalahkan oleh Spanyol 3-1, tentu saja Inggris diunggulkan akan memenangkan laga melawan Amerika Serikat. Pemain-pemain Inggris mendominasi pertandingan namun tidak satupun peluang yang tercipta berhasil menjadi gol. Secara mengejutkan, di menit ke-38 Amerika Serikat berhasil mencetak gol melalui Joe Gaetjens yang membuat publik terkejut.

Bahkan surat kabar di Inggris yang melaporkan kekalahan timnas Inggris 1-0 atas Amerika Serikat dianggap melakukan kesalahan ketik. Publik menganggap, Inggris tidak mungkin kalah dan telah terjadi kesalahan ketik hasil pertandingan.


3. Hungaria 2-3 Jerman Barat (Final Piala Dunia 1954)

Hungaria tampaknya tidak terkalahkan ketika harus melawan Jerman Barat di Piala Dunia 1954. Dengan catatan 31 kemenangan tanpa terkalahkan dan berhasil mengalahkan Inggris 6-3 di Stadion Wembley membuat timnas Hungaria jauh diunggulkan. Hungaria mengubah sepakbola taktis dengan menempatkan empat penyerang di depan. Sandor Kocsis, Jozsef Bozsik, Nandor Hidegkuti, dan tentu saja Ferenc Puskas adalah kuartet penyerang Hungaria yang tidak tergantikan.

Hungaria mencetak 17 gol dalam dua pertandingan babak penyisihan grup, termasuk mengalahkan Jerman 8-3, dan membungkam 4-2 Brasil dan Uruguay. Memimpin 2-0 di delapan menit pertandingan melawan Jerman Barat, Hungaria sepertinya akan keluar sebagai pemenangnya. Namun keunggulan Hungaria harus berakhir pahit ketika di menit 84 Uwe Rahn mampu membalikkan kedudukan menjadi 3-2 setelah sebelumnya Fritz Walter berhasil mencetak gol pembangkit semangat.


2. Korea Utara 1-0 Italia (Babak penyisihan Piala Dunia 1966)

Pertandingan antara Korea Utara dan Italia berhasil menempati urutan kedua dalam pertandingan dengan hasil akhir yang mengejutkan sepanjang sejarah Piala Dunia yang berlangsung di Inggris. Korea Utara berhasil mengejutkan dunia dengan kemenangannya 1-0 melawan Italia yang akhirnya meloloskan mereka ke babak perempat-final.

Korea Utara berangkat ke Inggris dengan membawa predikat kuda hitam dan memiliki pemain yang tidak diketahui oleh dunia karena isolasi dari negara komunis. Korea Utara bahkan diprediksi akan angkat koper duluan dan pulang ke negara mereka di babak penyisihan grup. Dan sesungguhnya Korea Utara harus terseok-seok untuk lolos ke babak berikutnya setelah kalah 3-0 melawan Uni Soviet. Kemudian kekalahan 1-0 atas Cili sepertinya membuat timnas Korea Utara betul-betul akan angkat koper namun di menit ke-88 pertandingan Pak Seung Sin berhasil mencetak gol penyeimbang dan menunda kepulangan Korea Utara.

Dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Italia, sang legenda seperti Giacinto Facchetti, Sandro Mazzola, dan Gianni Rivera nampaknya terlalu tangguh untuk dikalahkan. Namun di menit ke-42 Pak Doo Ik menciptakan gol sensasional yang membuat timnas Korea Utara berhasil melaju ke babak berikutnya sementara timnas Italia akhirnya angkat koper dan pulang ke negaranya.


1. Uruguay 2-1 Brasil (Final Piala Dunia 1950)

“Di segala tempat terjadi bencana nasional seperti bencana yang terjadi di Hiroshima. Dan Hiroshima kami adalah kekalahan ketika melawan Uruguay 1950,” tulis penulis terkenal Brasil Nelson Rodrigues.

Bermain di negeri sendiri, Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjadi juara Piala Dunia 1950. Uruguay membutuhkan kemenangan untuk mencuri gelar dari saingan mereka Brasil.

Bencana bagi Brasil akhirnya tiba di menit ke-79 dimana Uruguay berhasil mencetak gol yang membalikkan kedudukan, 2-1. Uruguay berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 1950 dan seluruh publik di Brasil berkabung yang dikenal dengan sebutan Maracanazo. Beberapa fans bunuh diri, sementara banyak pemain Brasil yang jadi bulan-bulanan publik.

Kiper Barbosa dituding sebagai penyebab kekalahan Brasil dan menjalani sisa hidupnya dalam kesengsaraan sebelum akhirnya meninggal tanpa uang sepeser pun di tahun 2000. “Berdasarkan hukum Brasil maksimum hukuman adalah tiga puluh tahun. Tetapi saya telah dihukum selama lima puluh tahun,” katanya sebelum meninggal dunia.



SOURCE
Baca Selengkapnya - 10 Kemenangan Tidak Terduga Selama Piala Dunia

Sejarah Queen Band

Itu secuplik lagu legendaries Queen yang berjudul “Boheyman Rhapsody”. Pecinta rock tahun 1970-1990-an mana yang tak kenal lagu itu? begitu pula hit lainnya macam “I Want To Break Free” “We Will Rock You” atau “We Are The Champion” lagu yang terakhir kerap dinyanyikan para suporter sepakbola yang klubnya menjuarai turnamen atau kompetisi.

Jelas tidak ada yang meragukan kelegendarisan band yang dibentuk tahun 1970-an dengan formasi Freddie Mercury (Vokal), Brian May (Gitar), John Deacon (Bass) dan Roger Taylor (Drum). Bahkan menurut The Guinnes Book Of Record, album-album Queen bertahan selama 1.332 minggu atau 27 tahun pada tangga lagu di inggris. Bahkan legenda semacam The Beatles dan Elvis Presley pun tak bisa menandinginya. Bahkan pada tahun 2005, dengan nama Queen+Paul Rodgers (personel lama tinggal Brian May dan Roger Taylor), album Queen masih menduduki tangga lagu di inggris pada waktu yang lama. Tapi dengan semua prestasi itu Queen juga merupakan salah satu legenda music yang tak sekalipun mengangkat topi Grammy Awards.


Queen Biography

Tahun 1973, dua tahun setelah band itu terbentuk, Queen baru membuat album dalam naungan label EMI. Album perdana bertajuk Queen, disusul setahun berikutnya album Queen II. Keduanya sama-sama menangguk sukses. Hanya saja, sukses terbesar secara internasional baru ketika mereka merilis album Sheer Heart Attack (1974) dan Night At The Opera(1975). Selanjutnya kesuksesan demi kesuksesan mereka tengguk. Tercatat mereka merilis 15 album studio, 5 album live dan banyak album kompilasi.

Meskipun tak pernah bubar, sejak kematian Mercury (1991) dan pengunuran diri Deacon(1997), dua personel tersisa hanya sesekali tampil dalam acara yang menghadirkan banyak band. Baru seteah menggandeng Paul Rodgers dengan nama Band Queen+Paul Rodgers(2004-2009),mereka kembali sering tampil, itu membuktikan bahwa queen tak pernah mati sebagai band.

Apa yang menyebabkan Queen melegenda? Beberapa pengamat music mengatakan itu karena mereka memainkan komposisi music yang beraras pada beragam genre yang sebelumnya. Sebut saja Heavy Metal, Hard Rock, Pop Rock, Disko Dansa, Progresive Rock, Blues Rock, Rock Psikodelik. liriknya pun menyuratkan keberagaman genre dari Rock, Country, Ragtime, Opera, Gospel, Vaudeville hingga Folk. Yang paling fenomenal dari karya mereka adalah pelibatan penonton ke dalam lagu mereka. Itu hal tersebut belum pernah dilakukan kelompok band lain contohnya lagu “We Will Rock You” dan”We Are The Champions”.


Kematian Tragis Mercury


queen

Selama tahun 1988, kemunculan Mercury yang jarang memunculkan rumor bahwa penyanyi Queen itu mengidap AIDS. Dalam berbagai kesempatan, yang bersangkutan menyangkal bahwa dirinya hanya terlalu “kelelahan” dan sibuk untuk meladeni wawancara. Di sela-sela rumor itu Queen tetap produktif mengeluarkan album The Miracles dan Inuendo yang telah direkam pada tahun 1990 tapi baru dirilis setahun berikutnya karena terhambat oleh kesehatan Mercury. Meski kesehatannya terus memburuk Mercury masih dan berkontribusi saat bandnya mengeluarkan kompilasi hit berjudul Greatest Hits II pada oktober 1991.

Namun pada 23 November 1991 Mercury meninggal yang dilaporkan karena AIDS. Tapi 24 jam berikutnya ada sedikit ralat bahwa ia meninggal karena pneumonia bronchial yang disebabkan AIDS. Upacara pemakamannya bersifat pribadi dalam tata cara agama Zoroaster yang dianut keluarganya. Yang jelas dari empat dari empat personel Queen Freddy Mercury memang paling menonjol, disusul popularitas Brian May yang terutama setelah kematian kawannya itu. Kematian itu tentu saja sangat berpengaruh pada Queen meskipun mereka tetap produktif hingga Deacon sang Drumer mundur pada tahun 1997.

Yang tak bisa dipungkiri, aksi Mercury di panggung tak pernah lepas dari ingatan fans Queen. Simpati terus mengalir kepadanya, juga banyak dari musikus lain. Dengar saja omongan Brian May mengenai Mercury : “..sepanjang waktu kamu mengenal Mercury sebagai sosok besar dan mumpuni, kami selalu mengaguminya” Bahkan, May pernah membuat single yang konon ditujukan untuk dirinya yang berjudul “Too Much Love Will Kill You


Old Queen

Momen paling spektakuler adalah konser yang didedikasikan untuknya pada 20 April 1992 yang bertajuk The Freddy Mercury Tribute Concert yang diadakan di stadion Wembley, London. Lihat saja yang tampil saat itu Def Lepard, Lisa Stansfield, Elton John, David Bowie, Robert Plan, Tony Iommi, Annie Lennox, Guns n Roses, Extreme, Roger Daltrey, George Michael, Ian Hunter, Mick Ronson, Zucchero, Metallica, Lisa Minnelli, Elizabeth Taylor, dan Spinal Tap, dan tentu saja tiga personel Queen yang tersisa.

Itu bukan saja konser dedikasi luar biasa kepada seseorang yang telah meninggal, catat saja konser yang ditayangkan televisi itu ditonton sekitar 1,2 miliar orang. Pantas saja The Guinnes Book Of Record mencatatnya sebagai “konser paling menguntungkan dari para bintang Rock”. 20 juta poundsterling terkumpul yang selanjutnya didonasikan untuk penderita AIDS.


SOURCE
Baca Selengkapnya - Sejarah Queen Band

Asal Mula Nama Indonesia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa Indoa menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).

Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah “Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).

Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).

Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan ( 1819 – 1869 ), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

“… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maladewa. Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:

“Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”.

Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826 – 1905 ) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan.

Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

Identitas Politik

Pada dasawarsa 1920-an, nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya :

“Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.”

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924). Pada tahun 1925, Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Tetapi Belanda menolak mosi ini.

Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda”. Dan setelah itu lahirlah bangsa Indonesia.


SOURCE
Baca Selengkapnya - Asal Mula Nama Indonesia

Percuma Ariel Minta Maaf ke Publik


Ariel telah ditetapkan sebagai tersangka karena telah merekam adegan seksualnya dengan Luna Maya dan Cut Tari. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Ariel tidak cukup dengan meminta maaf.


Bahkan kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin percuma Ariel meminta maaf kepada publik Indonesia karena perbuatannya tersebut. Katanya, Ariel harus meminta maaf kepada Tuhan.


“Minta maaf ke pada Allah. Kalau kepada publik nggak ada gunanya dan nggak menyelesaikan masalah,” jelas Din saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2010).


Menurut Din perbuatan Ariel yang sudah merekam adegan seksualnya itu telah menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat luas. Terutama berdampak ke generasi muda.


“Jelas nggak usah dibantah, pornografi apapun bentuknya itu punya dampak buruk. Itu sudah ada bukti sosiologisnya di lapangan. Itu terbukti pengawasan di sekolah-sekolah dalam razia-razia ponsel banyak video porno,” jelas Din.



SOURCE
Baca Selengkapnya - Percuma Ariel Minta Maaf ke Publik

10 Bizarre and Tragic Celebrity Suicides

I have had three friends commit suicide in the past 5 years, the most recent dying only a few months ago, so this list is dedicated to them and others who have, sadly, ended their lives too early. As a teenager growing up I know that, for me, personally, suicide was always on my mind during a period of time. Most of us go through a stage where we become depressed but, luckily for us, we’ve either found better ways to deal with our issues or we’ve had a support group we were able to turn to. For some of us the phase just passed. For some people, though, the phase doesn’t end, they feel there is no one to turn to and there are no escapes. This list is intended to discuss the celebrities who have committed suicide and whose death was either unknown, not widely acknowledged or forgotten. This list is in no particular order.


10. Ruslana Korshunova
July 2, 1987 – June 28, 2008
7E2251C92993288D058Ba88Fa91F1C60Ca3D54Ac M
Ruslana Korshunova happened to be a Kazakh supermodel that had a Russian heritage. She had posed in Vogue and had represented designers such as Vera Wang and Nina Ricci. She was discovered in 2003 and was immediately distinguished by her long, knee-length, chestnut colored hair. Part of what made her suicide so bizarre was the method she chose. June 28, somewhere around 2:30 P.M., Ruslana “fell” out of her ninth-floor balcony, after having watched the movie “Ghost” with a former boyfriend in Manhattan. Friends have said that she was usually a cheerful person and had never shown any signs of distress or feelings of failure, although there were things written on some social networking sites that seemed to suggest otherwise. She at one time stated “Death is a celebration of life…there is hope” and “I’m so lost. Will I ever find myself?” Ruslana Korshunova’s death was ruled as a suicide because the police could find no other witnesses. However, something odd that was noticed at the time of her death was that her trademark hair was considerably shorter, and looked as if it had been cut in haste.


9. Mary Kay Bergman
June 5, 1961 – November 11, 1999
Mkbergman
I’m sure that everyone on this site is familiar with the popular hit “Southpark”, but maybe not so familiar with this leading lady who contributed to making this show so beloved. Mary Kay Bergman was born in Los Angeles, California, to Jewish parents and was a self-proclaimed nerd. Science fiction and fantasy were two main passions of hers, but she had always been an avid fan of Disney. She not only voiced the parts of Ms. Cartman and Wendy on “Southpark”, but she also was the voice of Timmy Turner in “The Fairly Oddparents” and was the official voice of Snow White for Disney. Bergman had been married for 9 years (a big accomplishment to some, including myself), seemed happy. Until her death, no one had known that she had suffered from chronic and acute depression for a multitude of years, despite having reached many of her goals and achieving a dream profession. Sadly though, on a Thursday night Mary Kay Bergman shot herself in the head. She was found an hour and 20 minutes later by her husband and friend, along with two suicide notes that have not yet been released.


8. Ryan Jenkins
February 8, 1977 – August 23, 2009
Ryan-Jenkins-Dead
I’m sure that on this one some may argue this person’s status as a celebrity because they only starred on reality television. Although it’s not nearly the same in status, I am absolutely addicted to reality television, so it’s enough for me. This awful event took place quite recently and although the reasons behind the act are difficult to hear, it was certainly bizarre and shocking enough to bear noting. Ryan Jenkins was a Canadian, born in British Columbia, who was also a self-made millionaire. He appeared on the popular VH1 show “Megan Wants a Millionaire” and went on later to star on “I Love Money”. He won the first place prize, along with $250,000 dollars. “Megan Wants a Millionaire” stopped airing after only a few episodes and “I Love Money” never aired, following the discovery on August 15, 2009 of the body of Jasmine Fiore. She was a former model who met Ryan in a Las Vegas casino, married him two days later and was brutally killed shortly thereafter. Fiore was found in a suitcase with no teeth and her fingers had been cut off. She had been strangled, and her body had been crushed, mutilated and beaten. Had she not had breast implants her identity might never have been discovered. Five days later, after an intense search had begun, Jenkins hanged himself with a belt in the room of a motel in Canada. The picture above is of Jenkins and Fiore in happier times.


7. Paula Goodspeed
1971 – 2008
0
Any readers who watch “American Idol” are sure to be familiar with Paula Goodspeed. Paula was a devoted fan of “American Idol” and especially of Paula Abdul. She had auditioned to be on the show to meet her idol and in the hopes of becoming infamous. She achieved infamy, but sadly for the wrong reasons. It was said that because of her outlandish fashion and flat audition she was rejected, and that she was ridiculed for having braces. Five months later Goodspeed would write on a social networking website that auditioning may have been a mistake and that reading fans comments about her were hurtful. As a consequence of her very serious crush on Paula (Goodspeed identified as being gay), an audition gone wrong, rejection and cruel remarks from her peers, Paula Goodspeed was found outside the home of Paula Abdul having killed herself with an overdose on prescription pills.


6. Brynn Hartman
April 11, 1958 – May 22, 1998
Mv5Bmte5Nzi2Mty0Mv5Bml5Banbnxkftztywodi1Mde0. V1. Sx241 Sy400
This was a widely publicized story that happened quite some time ago. Brynn Hartman was the third wife of famous actor and comedian Phil Hartman and the third time, in this case, was anything but a charm. Most of us will recognize Phil Hartman from the long running television show “Saturday Night Live”, where actors are known to improv a lot of their lines. Brynn was a former model who had a history of drug and alcohol abuse throughout their marriage, as well as behavioral problems. No-one knows if it was their two children, or Phil’s undying love for Brynn, but he was determined to make this marriage work. It ended up costing him his life. On the evening of May 27, Brynn and Phil had one of many arguments about her drug usage. Phil then went to sleep, and was later shot by a high and intoxicated Brynn. Brynn then confessed the murder to two people before she shooting herself in the head, taking her own life. Phil was shot twice in the head and once in the side and is believed to have died instantly. There was speculation that Andy Dick had provided Brynn Hartman with the cocaine she took that night, spawning her psychotic behavior, but he denies those claims to this day.

5. Elliott Smith
August 6, 1969 – October 21, 2003
Elliott4
Elliott Smith was born in Omaha, Nebraska, and lived for a long time in Portland, Oregon. Elliott had a gift for creating music that took you to another place and his voice was totally unique. He was best known for having a large role in the creation of the soundtrack for “Good Will Hunting”, and for an Academy Award nomination for his song “Miss Misery”. Elliott had had suicidal tendencies before, having tried to jump off a cliff while drunk, only to have a tree break his fall. While in Portland he began to dabble in drugs. Following an argument with his girlfriend in late October, Smith was found in the kitchen with a knife in his chest after his girlfriend heard him scream. Elliott Smith died at 1:36 P.M.


4. Jonathan Brandis
April 13, 1976 – November 12, 2003
Job180
Jonathan Brandis was born in Danbury, Connecticut, and began his film career at age 5. He starred in one of my favorite childhood films “The Neverending Story II: The Next Chapter”, as well as the film “Ladybugs”, with the late Rodney Dangerfield. Although those movies formed my biggest impression of him, it seems Brandis was most known for his role on “SeaQuest”, a television show created by Stephen Spielberg. It is in SeaQuest that he became a teen idol. Friends of the actor said he seemed to be depressed about his lack of a career, despite the fact that he was working on a film in his directorial debut, as well as other promising things in the works. Jonathan Brandis hanged himself on the evening of November 11th and died in the hospital the next day.


3. Andrew Koenig
August 17, 1968 – February 2010
Rip-Andrew-Koenig1
Andrew Koenig was best known as the character “Boner” on the sitcom hit “Growing Pains”, which was one of my favorites as a kid. He also played The Joker in a short film based on the “Batman” series, but otherwise didn’t have too much of an extensive resume. Koenig was said to mostly enjoy working behind the scenes and he was deeply involved in human rights. In February 2010 Koenig went to Canada to see the Olympics and never returned. He was later found hanged in Vancouver.


2. Dana Plato
November 7, 1963 – May 8, 1999
Phpthumb Generated Thumbnailjpg
Dana Plato was born in Moore, Oklahoma, and was best known for her role as Kimberley on “Diff’rent Strokes”. She was let go from the show because of an unplanned pregnancy. Not able to reach the status she wanted, she became involved in darker pastimes, and was arrested for armed robbery in 1991. She got breast implants and appeared in “Playboy” in the hopes of regaining stardom. She later moved in to films of a more erotic nature. She appeared on “The Howard Stern Show” the day before her death and claimed she had been sober for 10 years. Callers called to defend her and commend her on turning her life around, but Dana went on to overdose on pills the following day in a vehicle outside of her fiancé’s mothers’ house. Sadly, Dana’s son also committed suicide last month (May, 2010).


1. Peg Entwistle
February 5, 1908 – September 16, 1932
340X
Peg Entwistle may be the oldest on the list but her story certainly isn’t the least interesting. Born in Port Talbot, Wales, UK, her dream, like so many others, was to become an actress. She started out on Broadway and went on to be known as a comedienne. Her last film was called “Thirteen Women” and, apparently, received very poor reviews. Upset by the comments of the critics, as well as the greatly reduced screen time featuring her, Peg walked up the hill featuring the famous Hollywood sign, climbed atop it and jumped off. Strangely enough, the following day a letter came in the mail for Entwistle offering her a role in a play about a woman who commits suicide.
Baca Selengkapnya - 10 Bizarre and Tragic Celebrity Suicides