ribuan artikel terunik teraneh menarik terlangka terlucu cari disini:

Mengungkap Rahasia Kehebatan Tim Thailand (Bagian 2)

terselubung.cz.cc
situs unik menarik ajaib terlangka terlucu terunik yang selalu up date terbaru
Mengungkap Rahasia Kehebatan Tim Thailand (Bagian 2)
Jul 23rd 2011, 11:00

KOMPAS.com/Zulkifli BJ
Luk Jao Mae Khlong Prapa pemenang yang menciptakan rekor baru pada SEM Asia kedua atau 2011 di Sepang: 2.213,4 km per liter
Luk Jao Mae Khlong Prapa
Peserta lain memperlajari mesin yang digunakan tim ATE.1 dari Thailand disaksikan oleh Phudit Radarin
KOMPAS.com/Zulkifli BJ
Mesin Honda Wave yang sudah dicacah, diplontos dan karburatornya diganti (kanan)
KOMPAS.com/Zulkifli BJ
Mesin yang digunakan time ATE.1 (kiri) dan sistem pemindah tenaga, sabuk bergerigi (kanan)

8 Bulan
Persiapan tim sang juara, Luk Jao Mae Khlong Prapa, termasuk lama. Menurut dosen pembimbingnya, Dr Narongdech Keeratipranon, yang sempat ditemui Kompas.com, mereka melakukan persiapan selama 8 bulan.

Tim ini sempat dikalahkan oleh ATE.1. Namun sehabis istirahat siang, tim dengan nomor 072 ini langsung berada di posisi teratas sebagai yang paling irit. Akibatnya, beberapa mahasiswa dari peserta lain coba mencari tahu rahasia mobil ini. Namun, setelah sudah berada di peringkat tertinggi, mobil tim ini langsung dibenahi dan ditutup. Tak sempat lagi melihat jantung pacu mobil ini.

Yang cukup menarik adalah tim ATE. 1. Mereka juara tahun lalu dan sempat berada di peringkat teratas. Karena reputasinya yang hebat itu, banyak mahasiswa datang melihat dan memotret mobil yang satu ini ketika diparkir di garasinya. Kebetulan tutupnya dibuka dan mesinnya dibiarkan terlihat begitu saja. Dosen pembimbing tim ini, Phudit Radarin, membiarkan mesin dan sistem penggerak mobil difoto, diteliti oleh para mahasiswa dari negara lain.

Sistem pelumasan
Phudit yang sempat diwawancari Kompas.com mengatakan, ia menggunakan mesin Honda Wave 110 cc. Namun, mesin itu benar-benar telah "dikupas" habis. Oleh karena itu pula, ada peserta dari Indonesia yang tak percaya kalau tim ini menggunakan mesin Honda. Bahkan, seorang dosen pembimbing dari Indonesia mengatakan bingung melihat sistem pasokan bahan bakarnya. "Dikatakan menggunakan karburator, tidak; injeksi juga tidak. Coba dilihat ke sana!" ucapnya.

Kompas.com yang berkesempatan melihat mobil ini agak detail menyimpulkan bahwa mesin diubah besar-besaran, baik luar maupun dalam. Sirip asli diplontosi, lantas diberi lagi lubang dangkal di permukaannya, termasuk motor starter. Bahkan, flywheel (roda gila) kelihatan dari luar.

Phudit mengatakan, ia menggunakan karburator dan bukan sistem injeksi. Namun yang pasti, ukuran karburator sangat kecil. Perangkat itu dirancang secara khusus, mulai dari corong udara (tanpa saringan) hingga saluran isap antara karburator dan lubang katup isap.

Perubahan lain yang dilakukan, untuk mengurangi beban mesin, adalah pelumasan pada komponen di atas silinder yang dilakukan dengan sistem tetes (gravitasi). Oleh karena itu pula, tutup kepala silinder dibiarkan dibuka. Di atas kepala silinder (dicantolkan ke bodi), terdapat tabung yang meneteskan oli melalui selang langsung ke camshaft. "Ini untuk pelumasan," ucap Phudit.

Bagian bawah tidak terlihat. Hanya ada roda gila yang tampak telanjang. Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, ia menggunakan sabuk bergerigi. Bahkan, roda belakang tim ini menggunakan rem seperti pada sepeda.

Phudit mengaku, tim melakukan persiapan selama 6 bulan. Melihat kerja tim yang rapi, salah satu pembimbing Indonesia berkomentar, "Bukan dikerjakan oleh mahasiswa, melainkan oleh profesional," ucap Dr Ir Sangriaydi Setio dari ITB, pembimbing tim Cikal Nusantara.

Sebenarnya, masih ada faktor lain yang membuat tim Thailand menang dan bukan hanya ditentukan oleh mesin. Desain bodi, mekanisme pemindah tenaga dari mesin ke roda, ban serta cara mengemudikanya ikut menghasilkan efisiensi. 

Tim Indonesia
Sementara itu, tim Indonesia, yang juga umumnya menggunakan mesin sepeda motor 4-tak, di kategori Prototipe, mengadopsi mesin sepeda motor yang digunakannya secara bulat-bulat. Tidak ada perubahan pada blok mesin dari luar. Knalpot masih asli, juga masih menggunakan rantai untuk memindah tenaga mesin ke roda. Begitu juga dengan sistem pasokan bensin, bagian itu masih menggunakan bentuk aslinya. Hasilnya masih jauh dari 1.500 km per liter yang dicanangkan saat tim berangkat. Kita masih harus belajar lebih banyak lagi!

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

noreply@blogger.com (admin) 23 Jul, 2011


--
Source: http://terselubung.cz.cc/2011/07/mengungkap-rahasia-kehebatan-tim.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com