













sumber: http://hermawayne.blogspot.com/2010/09/jakarta-tanpa-penduduk.html
















![]() |
| Sebuah krematorium modern di Jepang |



![]() |
| Von Cosel |


Kecelakaan yang dialaminya sempat membuat Chloe mengubur banyak harapn dan impiannya
Suatu ketika Chloe Jones sebuah pertunjukan Heather Mills on Dancing On Ice dimana terdapat beberapa peserta yang cacat sebagaimana dirinya, lalu hal tersebut menyentuh hatinya dan membuatnya kembali berani untuk membuka mimpi mimpi yang pernah disimpannya untuk bisa diraih kembali.

Keadaan tidak membuat Chloe merasa rendah diri dan tetap membuatnya optimis menjalani hidup
Seperti diceritakan oleh Mail Online yang dikutip ruanghati.com salah seorang Organizer Angie Beasley bertemu Chloe di Miss Nottingham awal tahun ini, dan Angie sangat takjub dengan semangat yang dimiliki Chloe. Ketika Chloe masih normal sebelum amputasi tak pernah terbayangkan bakal ikut ambil bagian dalam sebuah kontes apalagi kontes kecantikan paling bergensi di Inggris yaitu Miss England. Namun Chloe mencoba untuk mengirimkan fotonya di pemilihan Miss Nottingham hingga akhirnya dirinya menjadi salah satu finalis yang kini ikut berkompetisi memperebutkan predikat Miss England.
Kala mengikuti kompetisi Miss Nottingham Chloe sempat pesimis, betapa tidak diantara 29 kontestan lainnya hanya dirinya yang berada duduk diatas kursi roda, sebagaimana umumnya kontes kecantikan kebanyakan pesertanya adalah para wanita dengan keadaan tubuh yang normal, sedangkan Chloe tidak sehingga ragu pun sempat melanda dirinya. namun nasib dan keberuntungan masih bersamanya hingga dirinya memenangi kontes kala itu.
Nah Sobat unikaja.com sekali lagi mestikah kita yang kebanyakan terlahir dan memiliki kesempurnaan lebih dari kisa Chloe ini mesti pesimis kala dalam perjalanan hidup kita mengalami cobaan dan deraan masalah, tidakkan kita mencoba berpikir positif dengan menjadikan kisa Chloe ini sebuah inspirasi untuk bangkit dan mencoba melewati masalah yang kita hadapi sekarang dengan hasil yang gemilang, jangan tunggu kapan-kapan saatnya kini untuk bangkit dari sebuah cobaan tak perlu esok hari.

Tidak selamanya kekurangan merugikan, dibalik nya ada keuntungan kita sering tak menyadarinya
1. Terhindar dari sakit punggung
Wanita yang memiliki payudara besar cenderung sering terkena nyeri punggung. Hal itu karena tulang punggung terlalu berat menyangga payudara. Untuk yang memiliki payudara kecil jarang sekali terkena masalah ini, nyeri punggung pun cenderung muncul karena hal lain dan bukan karena payudara.
2. Lebih mudah menyusui
Beberapa penelitian menunjukkan menyusui lebih sulit jika ukuran payudara cukup besar. Hal ini karena mencari posisi yang nyaman saat menyusui memang agak sulit. Lalu, jika ukuran puting payudara terlalu besar, akan sulit untuk masuk ke dalam mulut bayi baru lahir yang masih sangat kecil.

Bila besar menyusahkan, seperti digambar ini
3. Stretchmark lebih sedikit
Selama kehamilan, payudara akan meregang untuk menampung ASI. Lalu, jika tidak lagi memproduksi ASI, payudara akan kembali ke ukuran normal dan meninggalkan bekas berupa garis-garis kecoklatan. Pada wanita berpayudara besar, garis ini akan sangat banyak, dan pada wanita berpayudara kecil garis ini lebih sedikit dan terlihat samar.
4. Jarang lecet atau terkena ruam
Wanita berpayudara besar seringkali terkena maslaah lecet dan ruam pada payudara. Biasanya karena gesekan kulit yang sering karena ukuran payudara yang besar. Untuk yang berpayudara kecil jarang sekali terkena masalah ini.
5. Lebih mudah olahraga
Dengan ukuran payudara kecil, Anda lebih nyaman saat berlari tanpa merasa ‘terbebani’ dengan payudara yang ikut bergerak. Lalu, saat melakukan yoga dan tengkurap di lantai, tidak perlu merasa sesak karena payudara tidak melebar.
6. Pilihan bra lebih beragam
Pemilik payudara kecil lebih mudah memilih model bra. Sedangkan wanita yang memiliki payudara besar, agak sulit mencari bra atau pakaian dalam yang pas dan nyaman. Jika tersedia pun biasanya harganya agak mahal.

Beberapa jenis Vodka Asal Rusia memiliki kemiripan yang hampir sama dengan senyawa spirtus (Methanol)
Lantas, dari mana bahan methanol atau spiritus itu diperoleh para perakit Sukhoi asal Rusia itu? Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan, spiritus atau methanol yang diduga dicampurkan dengan minuman keras yang diminum Sergei Cs kemungkinannya berasal dari pembersih kaca pesawat.
“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa mereka (Sergei cs, red) tinggal di lokasi Lanud sejak datang. Mereka tidak keluar mess karena memang mereka melakukan perakitan di sana. Kemungkinannya, minuman dan campurannya dibawa dari sana (Rusia),” jelas Iskandar di Mabes Polri Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu 15 September. Iskandar mengaku mendapat laporan adanya cairan pembersih kaca yang terdiri atas campuran spiritus ditemukan di TKP. Namun ia belum bisa memastikan, apakah cairan spiritus yang diminum itu juga berasal dari cairan semprotan kaca.
Hasil penyelidikan tim Puslabfor Polri itu, tambahnya, akan secepatnya disampaikan ke Rusia, negara asal ketiga perakit Sukhoi tersebut. “Karena tiga teknisi itu adalah WNA, maka hasil penyelidikan akan disampaikan ke negara asal mereka. Nanti, perusahaan tempat mereka bekerja yang akan menyampaikannya kepada pihak keluarga,” kata pengganti Irjen Pol Edward Aritonang ini.
Hasil pemeriksaan uji forensik, imbuhnya, juga menunjukkan bahwa kematian tiga teknisi Sukhoi yang sedang melakukan perakitan pesawat tempur itu di Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin 13 September, tidak bersamaan waktunya. “Yang pertama (tewas) adalah Alexander dan terakhir Viktor,” sebut Musaddeq. Secara rinci Musaddeq menjelaskan, ada lima poin penting terkait hasil uji forensik yang dilakukan pihaknya terhadap ketiga perakit Sukhoi tersebut. Pertama, lambung dan ginjal dipastikan mengandung spiritus atau methanol.
“Dalam tubuh korban ditemukan satu persen methanol. Padahal satu miligram methanol dalam darah sangat berbahaya. Perbandingan methanol dengan etanol adalah dua berbanding satu. Untuk racun yang lain, masih diperiksa,” ungkapnya. Kedua, ditemukan tanda kekurangan oksigen di seluruh organ tubuh ketiga jenazah warga Rusia tersebut. “Penyebab kematian ketiga teknisi itu karena keracunan methanol yang sifatnya sangat toxic (beracun) pada tubuh dan menekan saraf pusat sehingga terjadi gagal napas,” sebutnya.
Ketiga, para teknisi itu diduga tidak keluar dari mess karena sedang merakit Sukhoi. Tim juga menemukan sedikitnya 20 jenis obat di tempat kejadian perkara (TKP), yang 16 di antaranya berbentuk padat. Ada juga obat untuk membersihkan kaca. “Obat-obatan itu mungkin dibawa dari Rusia. Kita masih periksa seperti apa kandungannya,” jelas Musaddeq. Keempat, methanol yang menyebar di organ tubuh bisa berarti diminum oleh korban. Kelima, kedua orang teknisi lain yang sudah sembuh secara klinis, mengidap gejala yang sama, namun sebatas mual dan muntah. “Itu berarti kadar methanol dalam darah mereka hanya sedikit,” ucap Musaddeq.
Mengenai asal-muasal cairan kimia (methanol atau spiritus) itu, Musaddeq mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Terkadang orang yang sudah kecanduan minuman keras akan mencampur alkohol dengan cairan-cairan lain. Kurang nendang, sehingga mereka menambah dengan mencampur sendiri,” ujarnya. Padahal, imbuhnya, methanol itu sangat toksik. Sebab, begitu methanol tertelan, sangat sulit dikeluarkan melalui keringat dan kencing. “Jika diminum dengan komposisi 15-30 mililiter dapat menyebabkan kebutaan. Dia atas 30 mililiter, akan menyebabkan kematian,” jelasnya
sumber : http://ruanghati.com/2010/09/16/hasil-puslabfor-kematian-3-perakit-sukhoi-karena-minum-oplosan-spirtus/

























Arsip:
Pebruari 2010 ♥ Maret 2010 ♥ April 2010 ♥ Mei 2010 ♥ Juni 2010 ♥ Juli 2010 ♥
Januari 2011 ♥ Pebruari 2011 ♥ Maret 2011 ♥ April 2011 ♥ Mei 2011 ♥ Juni 2011 ♥